Ada penghargaan bagi petani pekebun pala yang benar-benar menjaga kualitas palanya. Selama ini, kadang pala kami diambil sebelum waktunya, bahkan dipetik saat belum tua betul. Sekarang semua punya semangat baru untuk menjaga pala sampai matang sempurna supaya nilainya juga baik.
Ungkapan sederhana itu menjadi cerminan bahwa kebijakan ini mulai menumbuhkan kesadaran kolektif di kalangan petani, bahwa kualitas adalah masa depan pala Fakfak. Ketika petani menjaga mutu, maka harga akan mengikuti; ketika harga membaik, kesejahteraan pun akan bertumbuh.
Baca Juga:
Senam Sehat Berbuah Pala, Persit Korem 182 Tanam Pohon di Makorem Fakfak
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jasti, ST., MT., mengatakan dalam respons positif dari masyarakat menjadi energi besar bagi pemerintah untuk terus mengawal Program Strategis Pala Unggul Fakfak sebagai fondasi pembangunan ekonomi perkebunan yang berkelanjutan.
“Kami melihat antusiasme petani sangat luar biasa. Mereka merasa dihargai, dan inilah esensi dari kebijakan ini. Penetapan harga bukan semata soal nominal rupiah, melainkan bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada petani pekebun pala yang selama ini setia menjaga warisan pala Fakfak," ujar Widhi.
Kata dia pihak pemerintah ingin membangun ekosistem perdagangan pala yang adil, sehat, dan memberi nilai tambah bagi petani pekebun pala yang menjaga mutu hasil kebunnya.
Baca Juga:
Pemkab Fakfak Gelar Rapat Pengendalian Komoditas Pala, Fokus Jaga Mutu dan Harga Layak bagi Petani
Ia menambahkan bahwa ke depan, paradigma budidaya pala di Fakfak harus bergerak menuju budaya panen berkualitas yakni panen saat buah benar-benar tua, matang panen, dan memiliki standar mutu tinggi.
Pala Fakfak tidak boleh lagi dipanen terlalu dini. "Kita sedang membangun budaya baru: budaya menjaga kualitas. Ketika petani pekebun pala memanen pala tua betul, nilai jualnya lebih tinggi, daya saing meningkat, dan nama besar pala Fakfak semakin kuat di pasar nasional bahkan internasional.
Ini bukan hanya tentang perdagangan hari ini, tetapi tentang menjaga kehormatan pala Fakfak sebagai komoditas kebanggaan Papua," terangnya.
Lebih jauh, ia memastikan sosialisasi akan terus dilakukan secara langsung ke kampung-kampung, berdialog dengan petani, pengepul, serta seluruh pelaku usaha, agar semangat menjaga mutu menjadi gerakan bersama dari hulu hingga hilir.