PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Fakfak - Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan terus menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat sektor perkebunan rakyat, khususnya komoditas pala sebagai ikon unggulan daerah.
Melalui gerakan sosialisasi langsung yang menjangkau distrik-distrik sentra produksi hingga kampung-kampung penghasil pala, pemerintah hadir bukan hanya membawa kebijakan, tetapi juga membawa harapan baru bagi ribuan petani pekebun.
Baca Juga:
Senam Sehat Berbuah Pala, Persit Korem 182 Tanam Pohon di Makorem Fakfak
Di tengah hamparan kebun pala yang menjadi denyut ekonomi masyarakat, sambutan petani begitu hangat dan penuh antusias. Penetapan harga pembelian pala mentah berkualitas oleh pemerintah dinilai sebagai langkah strategis yang selama ini dinantikan.
Kebijakan tersebut bukan sekadar angka dalam regulasi, tetapi menjadi simbol keberpihakan kepada petani pekebun pala bahwa kerja keras mereka menjaga kualitas pala akhirnya mulai dihargai dengan layak.
Di berbagai titik sosialisasi, suara hati petani pun mengalir jujur dan penuh rasa syukur. Para petani kebun pala merasa ada secercah keadilan yang mulai tumbuh dalam tata niaga pala Fakfak.
Baca Juga:
Pemkab Fakfak Gelar Rapat Pengendalian Komoditas Pala, Fokus Jaga Mutu dan Harga Layak bagi Petani
Selama ini, tidak sedikit petani menghadapi tekanan praktik panen dini, dimana buah pala dipetik sebelum cukup umur demi mengejar kebutuhan sesaat, yang pada akhirnya berdampak pada mutu dan harga jual komoditas itu sendiri.
Kini, dengan adanya kepastian harga bagi pala tua betul, matang panen, dan berkualitas, semangat petani untuk menjaga hasil kebun mereka semakin kuat.
Sama halnya keluarga petani Edmon Horik yang beralamat di Kampung Mandopma dengan penuh haru menyampaikan, adanya penetapan harga ini, pihak pekebun pala merasa sedikit lega dan bahagia.
Ada penghargaan bagi petani pekebun pala yang benar-benar menjaga kualitas palanya. Selama ini, kadang pala kami diambil sebelum waktunya, bahkan dipetik saat belum tua betul. Sekarang semua punya semangat baru untuk menjaga pala sampai matang sempurna supaya nilainya juga baik.
Ungkapan sederhana itu menjadi cerminan bahwa kebijakan ini mulai menumbuhkan kesadaran kolektif di kalangan petani, bahwa kualitas adalah masa depan pala Fakfak. Ketika petani menjaga mutu, maka harga akan mengikuti; ketika harga membaik, kesejahteraan pun akan bertumbuh.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jasti, ST., MT., mengatakan dalam respons positif dari masyarakat menjadi energi besar bagi pemerintah untuk terus mengawal Program Strategis Pala Unggul Fakfak sebagai fondasi pembangunan ekonomi perkebunan yang berkelanjutan.
“Kami melihat antusiasme petani sangat luar biasa. Mereka merasa dihargai, dan inilah esensi dari kebijakan ini. Penetapan harga bukan semata soal nominal rupiah, melainkan bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada petani pekebun pala yang selama ini setia menjaga warisan pala Fakfak," ujar Widhi.
Kata dia pihak pemerintah ingin membangun ekosistem perdagangan pala yang adil, sehat, dan memberi nilai tambah bagi petani pekebun pala yang menjaga mutu hasil kebunnya.
Ia menambahkan bahwa ke depan, paradigma budidaya pala di Fakfak harus bergerak menuju budaya panen berkualitas yakni panen saat buah benar-benar tua, matang panen, dan memiliki standar mutu tinggi.
Pala Fakfak tidak boleh lagi dipanen terlalu dini. "Kita sedang membangun budaya baru: budaya menjaga kualitas. Ketika petani pekebun pala memanen pala tua betul, nilai jualnya lebih tinggi, daya saing meningkat, dan nama besar pala Fakfak semakin kuat di pasar nasional bahkan internasional.
Ini bukan hanya tentang perdagangan hari ini, tetapi tentang menjaga kehormatan pala Fakfak sebagai komoditas kebanggaan Papua," terangnya.
Lebih jauh, ia memastikan sosialisasi akan terus dilakukan secara langsung ke kampung-kampung, berdialog dengan petani, pengepul, serta seluruh pelaku usaha, agar semangat menjaga mutu menjadi gerakan bersama dari hulu hingga hilir.
Mengakhiri, Kepala Dinas Perkebunan menyampaikan pesan yang sarat makna,
Ketika petani tersenyum, ekonomi kampung ikut bergerak. Ketika pala dihargai dengan layak, semangat berkebun tumbuh kembali. Ketika kualitas pala Fakfak terjaga, maka masa depan perkebunan rakyat Fakfak akan berdiri semakin kokoh, maju, dan membanggakan,” demikian Widhi.
Narasi kebangkitan pala Fakfak kini bukan lagi sekadar wacana. Ia tumbuh dari kebun-kebun rakyat, hidup dalam semangat para petani, dan bergerak bersama komitmen pemerintah menuju satu cita besar yakni Pala Unggul, Petani Sejahtera, Fakfak selalu di kenal sebagai Kota Pala.
[Redaktur: Hotbert Purba]