PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Raja Ampat - Pemerintah Kabupaten Raja Ampat bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat KKN-PPM Universitas Gadjah Mada Unit Sorai Waisai menggelar Festival Hari Anak Raja Ampat 2026. Kegiatan berlangsung Rabu (23/7/2026) di SD YPK Sion Warsambin dan Ruang Belajar Mayalibit, Distrik Teluk Mayalibit.
Festival ini menghadirkan sembilan program kreatif dan edukatif untuk anak usia PAUD hingga kelas 6 SD. Kegiatan mengusung semangat agar setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang mendidik sekaligus menyenangkan.
Baca Juga:
Keterlambatan Dokumen Anggaran Beruntun, DPRK Raja Ampat Tegur Tata Kelola Keuangan Pemda
Festival merupakan bagian dari program besar KKN-PPM UGM Unit Sorai Waisai di Distrik Teluk Mayalibit dengan tema "Optimalisasi Sumber Daya Lokal melalui Pendekatan Sustainable Livelihoods Berbasis Blue Governance".
"Dukungan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat terhadap festival ini menegaskan komitmen bersama dalam membangun generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter, pondasi utama bagi masa depan kepulauan yang kaya namun terus membutuhkan sumber daya manusia yang tangguh," kata Koordinator Festival Hari Anak Raja Ampat 2026 dari Tim KKN-PPM UGM Sorai Waisai, Aditya Ibnu Salim, dikutip rilis tertulis, Kamis (30/7/2026).
"Festival ini adalah bentuk nyata dari kepedulian kami terhadap anak-anak Raja Ampat. Kami ingin mereka merasakan bahwa belajar itu menyenangkan, dan bahwa potensi mereka tidak kalah dengan anak-anak di mana pun di Indonesia," tambahnya.
Baca Juga:
Menuju Heyul Pelei Koranu Fyak, Masyarakat Adat Raja Ampat Tegaskan Kedaulatan Wilayah
Rangkaian Kegiatan Edukatif
Rangkaian festival dibuka dengan Upacara Hari Anak Nasional yang diikuti 140 siswa SD dan PAUD di lapangan SD YPK Sion Warsambin. Dalam upacara dilaksanakan Pembacaan Suara Anak Indonesia sebagai simbol bahwa aspirasi anak adalah tanggung jawab kolektif bangsa.
Kegiatan dilanjutkan dengan Senam Anak Indonesia Hebat yang diikuti seluruh peserta.