Namun peran Papua bagi dunia jauh lebih besar daripada sekadar penyimpan karbon. Papua menyediakan jasa iklim global (global climate services), yaitu manfaat ekologis yang menjaga kestabilan sistem iklim bumi dan dinikmati oleh seluruh umat manusia. Dengan menjaga hutan tetap utuh, Papua membantu memperlambat pemanasan global, mengurangi risiko cuaca ekstrem, dan mempertahankan fungsi-fungsi ekologis yang menopang kehidupan di planet ini.
Paradigma ini mengubah cara pandang terhadap Papua. Papua bukan sekadar cadangan sumber daya alam atau penyerap karbon yang dapat diperjualbelikan melalui pasar karbon. Papua adalah infrastruktur ekologis global yang menyediakan layanan penting bagi keberlangsungan kehidupan di bumi.
Baca Juga:
Polemik MRP: Gejala Permukaan dari Krisis Otonomi Khusus Papua
Dalam konteks ini, pendekatan yang semakin relevan adalah pendekatan bentang alam dan bentang laut (landscape and seascape approach). Pendekatan ini melihat hutan, sungai, pesisir, mangrove, padang lamun, terumbu karang, dan laut sebagai satu sistem ekologis yang saling terhubung.
Kerusakan pada salah satu komponen akan memengaruhi keseluruhan sistem. Hutan menjaga siklus air dan iklim, sungai membawa nutrien ke wilayah pesisir, mangrove melindungi pantai dan menyimpan karbon, sementara terumbu karang menopang produktivitas perikanan dan ketahanan masyarakat pesisir.
Karena itu, menjaga Papua tidak cukup hanya dengan melindungi hutannya. Yang harus dijaga adalah keseluruhan bentang alam dan bentang lautnya.
Baca Juga:
Dari Maluku Utara ke Raja Ampat: Penertiban Tambang dan Agenda Konsistensi Hukum
Dalam kerangka tersebut, peran Papua menjadi semakin kuat ketika dilihat dalam konteks Raja Ampat. Jika Papua adalah benteng iklim dunia di daratan, maka Raja Ampat adalah salah satu benteng terpenting di wilayah laut.
Raja Ampat berada di jantung Segitiga Karang (Coral Triangle), pusat keanekaragaman hayati laut terbesar di dunia. Kawasan ini memiliki kekayaan terumbu karang, mangrove, padang lamun, dan perairan yang menjadi rumah bagi ribuan spesies laut.
Ekosistem mangrove dan padang lamun Raja Ampat menyimpan cadangan karbon biru (blue carbon) yang sangat besar, melindungi pesisir dari dampak cuaca ekstrem, menjaga produktivitas perikanan, dan memperkuat ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim.