Melalui peningkatan penerapan standar keberlanjutan seperti ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) sawit ini, nilai tambah sawit dapat semakin optimal dan memiliki posisi tawar tinggi di pasar nasional maupun global.
Dengan demikian, sektor sawit menjadi pilar utama dalam memperkuat struktur ekonomi daerah sekaligus menjaga reputasi Fakfak sebagai wilayah yang berkomitmen terhadap tata kelola perkebunan yang baik, berdaya saing, dan ramah lingkungan.
Baca Juga:
Prabowo Dorong Penanaman Sawit di Papua untuk Produksi BBM Nasional Baru
Oleh karena itu, penguatan perkebunan sawit bukan hanya agenda sektor Perkebunan semata, tetapi merupakan strategi pembangunan daerah untuk mengakselerasi peningkatan PAD Fakfak, mengurangi ketergantungan fiskal, dan membuka peluang investasi baru yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Fakfak.
"Dengan demikian, percepatan sertifikasi ISPO bukan hanya agenda teknis sektor perkebunan, tetapi merupakan strategi pemerintah daerah untuk menjamin keberlanjutan perkebunan sawit, menjaga reputasi Fakfak sebagai daerah yang berkomitmen pada tata kelola berkelanjutan, dan meningkatkan PAD untuk membiayai pembangunan daerah serta pelayanan publik," pungkasnya.
[Redaktur: Hotbert Purba]