PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Raja Ampat - Sebuah kapal yang hanyut dan masuk ke kawasan perairan Meosmansuar sejak 1 Mei 2026, hingga hari ini sama sekali belum disentuh atau ditangani dalam bentuk apa pun.
Kelambanan ini bukan sekadar keterlambatan administrasi, melainkan bukti nyata lemahnya pengawasan serta ketidaksiapan aparat dalam menghadapi peristiwa yang berpotensi menimbulkan bencana luas.
Baca Juga:
Dua Lokasi, Satu Masalah: Cerminan Tata Kelola Laut di Raja Ampat Lemah
Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Raja Ampat, Bermon Sauyai, menyoroti instansi yang memiliki wewenang dan tanggung jawab atas pengelolaan wilayah perairan telah gagal menjalankan tugas pokoknya, Selasa 5 April 2026.
Menurutnya, tidak ada alasan yang dapat dibenarkan atas kelalaian ini, mengingat peristiwa tersebut sudah diketahui secara jelas waktu terjadinya, lokasinya, serta sifat bahayanya.
Semua pihak yang diberi amanah mengurus keamanan dan ketertiban perairan, mulai dari satuan pengawas, instansi kelautan, hingga pemerintah daerah, wajib bertanggung jawab sepenuhnya atas segala dampak yang timbul akibat ketidaktindakan ini.
Baca Juga:
Bermon Sauyai: Aturan Jelas, Dana Tersedia, Tapi Bangkai Kapal Tetap Dibiarkan Merusak Ekosistem
Setiap hari yang berlalu tanpa langkah penanganan berarti menambah besar beban risiko, serta mencoreng citra tata kelola wilayah yang selama ini dibangun dengan susah payah.
Keberadaan benda terapung besar yang tidak terurus itu telah menjadi penghalang mutlak di jalur lalu lintas air yang sangat sibuk dan strategis. Bagi para nelayan setempat yang menggantungkan seluruh sumber penghidupannya di sana, kapal hanyut ini adalah ancaman langsung terhadap keselamatan jiwa dan alat tangkap mereka. Jalur yang biasa dilalui kini menjadi kawasan berbahaya, di mana setiap pergerakan perahu kecil berisiko tinggi mengalami tabrakan, kerusakan, bahkan kecelakaan yang dapat merenggut nyawa tanpa ada pihak yang dapat dimintai pertanggungjawaban secara langsung.
Di sisi lain, kawasan Meosmansuar dikenal luas sebagai salah satu tujuan kunjungan utama bagi wisatawan dalam dan luar negeri yang datang untuk menikmati keindahan alam Raja Ampat.