PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Waisai – Dengan penuh rasa syukur dan kebanggaan, Kabupaten Raja Ampat genap berusia 23 tahun. Dalam peringatan hari jadi daerah ini, Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, S.IP., MM., M.Ec.Dev., menyampaikan laporan kinerja sekaligus visi ke depan, menegaskan bahwa wilayah kepulauan ini telah membuktikan keterpencilan bukan penghalang kemajuan, dan kekayaan alam adalah titipan yang wajib dijaga demi generasi mendatang.
Dalam pidatonya, Bupati menegaskan bahwa perjalanan 23 tahun bukan sekadar hitungan waktu, melainkan bukti kerja keras, persatuan, dan keyakinan yang tak pernah padam. "Kita hadir bukan sekadar untuk merayakan, melainkan untuk merenung, bersyukur, dan meneguhkan kembali janji kita kepada tanah ini, dan kepada seluruh anak-cucu yang akan mewarisinya," ujarnya.
Baca Juga:
Tahap Akhir! CPNS Raja Ampat Formasi 2024 Segera Ditetapkan Jadi PNS
Capaian Gemilang di Berbagai Sektor
Selama perjalanan tersebut, berbagai kemajuan nyata telah diraih di seluruh aspek kehidupan masyarakat. Di bidang pendidikan, partisipasi anak usia dini melampaui target, dan seluruh peserta didik di semua jenjang berhasil lulus 100 persen tanpa ada yang tertinggal. Nilai-nilai budaya leluhur pun tetap lestari, seiring langkah kemajuan yang terus berjalan.
Sektor kesehatan juga mengalami perbaikan signifikan. Angka harapan hidup meningkat, angka kematian ibu melahirkan ditekan secara drastis, dan jangkauan pelayanan kesehatan telah melampaui target yang ditetapkan. Prinsip keadilan kesehatan dipegang teguh: setiap warga, meski tinggal di pulau terpencil, berhak mendapatkan pelayanan yang layak.
Baca Juga:
Tanggapi Oknum Pejabat Rangkap Wartawan di Raja Ampat, Direktur UKW PWI Pusat: ASN Dilarang Jadi Wartawan, Bisa Dipecat
Pembangunan infrastruktur dasar merata hingga ke pelosok kampung. Akses air bersih menjangkau lebih banyak rumah tangga, dan konektivitas melalui jalur darat, laut, maupun udara kini menghubungkan hampir seluruh distrik. "Konektivitas adalah soal martabat, tentang hak setiap warga merasakan kehadiran pemerintah," tegas Bupati.
Kekayaan alam Raja Ampat yang tiada bandingnya tetap terjaga kelestariannya. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup menjadi salah satu yang terbaik di Papua Barat Daya, didukung puluhan kampung sadar lingkungan. Hal ini menjadikan Raja Ampat tujuan wisata dunia, dengan kunjungan wisatawan mancanegara melampaui target lebih dari 200 persen, serta lonjakan jumlah wisatawan nusantara.
Tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan membawa dampak positif bagi iklim investasi. Ratusan investor dalam dan luar negeri berinvestasi di sini, didukung sistem perizinan elektronik yang cepat dan akuntabel. Di sektor ekonomi, lebih dari 100 kampung mandiri pangan telah terbentuk, produksi perikanan meningkat, dan ketahanan pangan masyarakat semakin kokoh. Serapan tenaga kerja lokal pun melampaui target, dengan hampir seluruh perusahaan menerapkan Upah Minimum Regional.