“Sesungguhnya murid-murid lebih mengingat cara guru mendidik daripada isi pelajaran itu sendiri. Ilmu bisa terlupakan, tetapi kasih, perhatian, dan teladan guru akan tinggal dalam hati sepanjang hidup,” katanya.
Mgr. Bernardus juga menyoroti berkurangnya semangat pengabdian di kalangan tenaga pendidik, khususnya di wilayah pedalaman Papua.
Baca Juga:
Perayaan Pentakosta di Fakfak Penuh Persaudaraan, Umat Muslim Turut Hadir
Ia membandingkannya dengan dedikasi para guru terdahulu yang rela meninggalkan kampung halaman demi mengabdi di daerah terpencil.
“Banyak guru dari Fakfak datang mengabdi di pedalaman Maybrat. Mereka mencintai tugas perutusan mereka dan rela berkorban demi pelayanan,” ujarnya.
Ia mengajak generasi muda melihat profesi guru sebagai panggilan hidup, bukan sekadar pekerjaan.
Baca Juga:
Vikjen KMS, Bupati Fakfak dan Sekda Papua Barat Apresiasi Warisan Toleransi di Perayaan 132 Tahun Misi Katolik
Menutup khotbahnya, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh guru SMP YPPK Santo Don Bosco Fakfak, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia, atas dedikasi mereka membentuk generasi Papua.
“Kiranya Tuhan memberkati semua guru dan orang tua yang dengan penuh cinta menjalankan tugas pengabdian demi Gereja, masyarakat, dan bangsa,” tuturnya.
[Redaktur: Hotbert Purba]