Nama R.M. Tirto Adhi Soerjo menjadi salah satu tokoh yang disebut dalam aksi tersebut. Ia dikenal sebagai pelopor pers nasional dan pendiri Medan Prijaji, surat kabar yang dikelola pribumi.
Tokoh lainnya adalah S.K. Trimurti, wartawan perempuan asal Boyolali yang aktif menulis di media pergerakan. Tulisan-tulisannya yang mendukung kemerdekaan membuatnya beberapa kali berhadapan dengan pemerintah Hindia Belanda. Setelah Indonesia merdeka, S.K. Trimurti dipercaya menjadi Menteri Perburuhan pertama.
Baca Juga:
Naniek Deyang Mundur dari Kepala BGN
Sejarah tersebut menjadi pengingat bahwa pers tidak dapat dilepaskan dari perjalanan bangsa. Bagi peserta aksi, menjaga kemerdekaan pers berarti pula menjaga hak masyarakat untuk mendapatkan informasi serta memastikan fungsi kontrol sosial terhadap kekuasaan tetap berjalan.
[Redaktur: Hotbert Purba]