Sebagai penopang kerja politik, DPD juga akan memprioritaskan pembentukan dan penguatan perangkat organisasi, seperti Dewan Pertimbangan, Badan Advokasi Hukum dan HAM, Badan Saksi Nasional, serta Balitbang. Keberadaan lembaga-lembaga ini diharapkan tidak sekadar administratif, tetapi fungsional dan berkelanjutan.
Rapat pleno ini bukan hanya forum evaluasi, melainkan momentum kebangkitan. Dalam suasana yang khidmat dan penuh tekad, kepemimpinan Samaun Dahlan menampilkan arah yang tegas: konsolidasi internal, modernisasi strategi, dan keberpihakan pada rakyat.
Baca Juga:
Warga Jatisari Ngeluh, H Edi Tinjau Langsung Titik Banjir di Wilayah RT07 RW06
Di tengah dinamika politik nasional dan regional, Partai Golkar Papua Barat memilih menata diri dengan pendekatan terstruktur dan berorientasi hasil. Jika konsistensi terjaga, bukan mustahil ambisi “Papua Barat Bergolkar” akan menemukan momentumnya pada kontestasi politik mendatang.
[Redaktur: Hotbert Purba]