PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Manokwari - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Papua Barat menegaskan arah konsolidasi organisasi dalam Rapat Pleno di Manokwari, Rabu, 4 Maret 2026.
Rapat yang dipimpin langsung Ketua DPD Golkar Papua Barat, Samaun Dahlan, menjadikan komitmen politik fokus konsolidasi kekuatan menghadapi pemilu ke depan.
Baca Juga:
Warga Jatisari Ngeluh, H Edi Tinjau Langsung Titik Banjir di Wilayah RT07 RW06
Di hadapan jajaran pengurus, anggota legislatif, serta organisasi sayap partai, Samaun Dahlan menekankan, kepemimpinan yang ia emban sejak Musyawarah Daerah (Musda) November 2025, bukan sekadar amanah formal melainkan mandat konsolidatif untuk membangun fondasi organisasi yang kokoh dan modern.
“Terbentuknya kepengurusan bukan hanya menjawab kelengkapan struktur, tetapi harus mewujudkan eksistensi Partai Golkar sebagai partai politik modern yang memberi manfaat nyata bagi daerah dan masyarakat Papua Barat,” ujarnya.
Poin pertama yang ditegaskan dalam pleno adalah menjaga soliditas dan kekompakan pengurus. Bagi Samaun, kultur organisasi yang sehat menjadi prasyarat mutlak bagi kerja-kerja politik yang efektif.
Baca Juga:
Bahlil Yakin Hakim MK Berlatar Politisi Tetap Independen dan Milik Negara
Rapat Pleno Partai Golkar Papua Barat di Manokwari, Rabu (4/3/ 2026).
Ia mengingatkan pentingnya pembenahan internal secara berkelanjutan agar Golkar benar-benar menjadi “rumah kuning” yang aspiratif dan inspiratif.
Spirit “Suara Rakyat, Suara Golkar” kembali digaungkan sebagai ruh perjuangan. Dalam narasinya, ia menempatkan Golkar bukan sekadar kendaraan politik, melainkan instrumen representasi kepentingan rakyat. Target besar pun dipancang: mewujudkan “Papua Barat Bergolkar”.
Pleno juga merumuskan langkah konkret pada aspek fungsi elektoral dan kebijakan publik. Penguatan basis pemilih menjadi agenda utama, dengan penekanan pada revitalisasi struktur hingga tingkat kecamatan dan kampung. Daerah-daerah dengan potensi suara signifikan akan dipetakan secara sistematis.
Seleksi calon legislatif ke depan, menurutnya, harus lebih ketat dan berbasis kapasitas. Pelatihan politik komprehensif akan diberikan untuk meningkatkan pemahaman isu publik, keterampilan komunikasi, dan strategi kampanye.
Tak kalah penting, pemanfaatan teknologi informasi disebut sebagai keniscayaan. Partai Golkar Papua Barat dituntut adaptif terhadap kampanye digital, optimal dalam penggunaan media sosial, serta cermat dalam pemanfaatan data pemilih. Pendekatan ini dinilai strategis untuk menjangkau generasi milenial dan pemilih pemula.
Dalam konteks kebijakan publik, Samaun meminta kader yang duduk di legislatif provinsi dan kabupaten, agar tampil sebagai solusi dan kontrol positif terhadap kebijakan pemerintah daerah. Peran itu mencakup pengawalan perencanaan, penganggaran, hingga evaluasi program.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi saat pelaksanaan reses agar sinergi antara pengurus partai dan anggota legislatif semakin solid. Dokumentasi dan publikasi kegiatan menjadi bagian dari strategi membangun citra positif partai.
“Bukan lagi saatnya banyak bicara, tetapi berbuat nyata dan manfaatnya dirasakan langsung masyarakat,” tegasnya.
Agenda konsolidasi organisasi akan dipercepat melalui pelaksanaan musyawarah partai hingga tingkat distrik dan kampung. Pembentukan kepengurusan berjenjang harus diselaraskan dengan target pemenangan yang telah dipatok.
Partai Golkar Papua Barat menargetkan dua kursi DPR RI, kemenangan Pilkada di tujuh kabupaten, serta peningkatan kursi legislatif di tingkat provinsi dan kabupaten. Target tersebut dinilai realistis sepanjang konsolidasi berjalan efektif dan terukur.
Sebagai penopang kerja politik, DPD juga akan memprioritaskan pembentukan dan penguatan perangkat organisasi, seperti Dewan Pertimbangan, Badan Advokasi Hukum dan HAM, Badan Saksi Nasional, serta Balitbang. Keberadaan lembaga-lembaga ini diharapkan tidak sekadar administratif, tetapi fungsional dan berkelanjutan.
Rapat pleno ini bukan hanya forum evaluasi, melainkan momentum kebangkitan. Dalam suasana yang khidmat dan penuh tekad, kepemimpinan Samaun Dahlan menampilkan arah yang tegas: konsolidasi internal, modernisasi strategi, dan keberpihakan pada rakyat.
Di tengah dinamika politik nasional dan regional, Partai Golkar Papua Barat memilih menata diri dengan pendekatan terstruktur dan berorientasi hasil. Jika konsistensi terjaga, bukan mustahil ambisi “Papua Barat Bergolkar” akan menemukan momentumnya pada kontestasi politik mendatang.
[Redaktur: Hotbert Purba]