Pleno juga merumuskan langkah konkret pada aspek fungsi elektoral dan kebijakan publik. Penguatan basis pemilih menjadi agenda utama, dengan penekanan pada revitalisasi struktur hingga tingkat kecamatan dan kampung. Daerah-daerah dengan potensi suara signifikan akan dipetakan secara sistematis.
Seleksi calon legislatif ke depan, menurutnya, harus lebih ketat dan berbasis kapasitas. Pelatihan politik komprehensif akan diberikan untuk meningkatkan pemahaman isu publik, keterampilan komunikasi, dan strategi kampanye.
Baca Juga:
Warga Jatisari Ngeluh, H Edi Tinjau Langsung Titik Banjir di Wilayah RT07 RW06
Tak kalah penting, pemanfaatan teknologi informasi disebut sebagai keniscayaan. Partai Golkar Papua Barat dituntut adaptif terhadap kampanye digital, optimal dalam penggunaan media sosial, serta cermat dalam pemanfaatan data pemilih. Pendekatan ini dinilai strategis untuk menjangkau generasi milenial dan pemilih pemula.
Dalam konteks kebijakan publik, Samaun meminta kader yang duduk di legislatif provinsi dan kabupaten, agar tampil sebagai solusi dan kontrol positif terhadap kebijakan pemerintah daerah. Peran itu mencakup pengawalan perencanaan, penganggaran, hingga evaluasi program.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi saat pelaksanaan reses agar sinergi antara pengurus partai dan anggota legislatif semakin solid. Dokumentasi dan publikasi kegiatan menjadi bagian dari strategi membangun citra positif partai.
Baca Juga:
Bahlil Yakin Hakim MK Berlatar Politisi Tetap Independen dan Milik Negara
“Bukan lagi saatnya banyak bicara, tetapi berbuat nyata dan manfaatnya dirasakan langsung masyarakat,” tegasnya.
Agenda konsolidasi organisasi akan dipercepat melalui pelaksanaan musyawarah partai hingga tingkat distrik dan kampung. Pembentukan kepengurusan berjenjang harus diselaraskan dengan target pemenangan yang telah dipatok.
Partai Golkar Papua Barat menargetkan dua kursi DPR RI, kemenangan Pilkada di tujuh kabupaten, serta peningkatan kursi legislatif di tingkat provinsi dan kabupaten. Target tersebut dinilai realistis sepanjang konsolidasi berjalan efektif dan terukur.