Operasi Keselamatan Mansinam 2026 akan dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026. Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Operasi Keselamatan Mansinam, Polda Papua Barat mengerahkan 150 personel gabungan, baik dari Polda Papua Barat maupun Polres jajaran.
Adapun sasaran operasi difokuskan pada pelanggaran yang berpotensi tinggi menyebabkan kecelakaan lalu lintas, di antaranya penggunaan knalpot tidak sesuai standar (knalpot brong), kendaraan tidak sesuai standar teknis, truk dengan modifikasi ilegal, kendaraan penumpang umum yang tidak laik jalan, penyalahgunaan sirene, rotator, dan strobo, penggunaan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) tidak sesuai ketentuan, serta kendaraan pribadi yang dialihfungsikan sebagai angkutan umum ilegal.
Baca Juga:
Kapolri Pimpin Sertijab Pejabat Utama dan Kapolda Jajaran, Kapolda Papua Barat Resmi Berganti
Selain itu, penertiban juga menyasar perilaku pengendara yang membahayakan keselamatan, seperti tidak menggunakan helm standar, berboncengan lebih dari satu orang, serta kendaraan yang parkir sembarangan di bahu jalan, khususnya di kawasan wisata.
Dalam pelaksanaan operasi, Wakapolda Papua Barat menekankan agar seluruh personel mengedepankan pendekatan preemtif, preventif, edukatif, persuasif, dan humanis. Penegakan hukum dilakukan sebagai langkah terakhir (ultimum remedium), baik secara elektronik maupun manual, dengan tetap mengedepankan sikap simpatik dan profesional.
Seluruh personel diharapkan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menghindari tindakan kontraproduktif dan transaksional, menjunjung tinggi pelayanan prima, serta menjadi teladan dalam berlalu lintas guna meningkatkan kepercayaan dan kebanggaan masyarakat terhadap Polri.
Baca Juga:
Wakapolda Papua Barat Pimpin Sosialisasi Penyusunan Manajemen Risiko di Lingkungan Polri
Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo, dalam keterangannya menyampaikan bahwa Operasi Keselamatan Mansinam 2026 tidak semata-mata mengedepankan penindakan, namun lebih mengutamakan upaya edukasi dan pendekatan humanis kepada masyarakat.
“Operasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan, khususnya menjelang Idul Fitri,” demikian Kabid Humas.
[Redaktur: Mega Puspita]