PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Manokwari - Polda Papua Barat melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Mansinam 2026 yang dipimpin oleh Wakapolda Papua Barat, Brigadir Jenderal Polisi Dr. Sulastiana, Senin (2/2/2026).
Apel gelar pasukan dihadiri oleh para Pejabat Utama Polda Papua Barat, unsur Pomdam XVIII/Kasuari, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Papua Barat, serta Kepala Cabang PT Jasa Raharja Papua Barat, sebagai wujud sinergitas lintas sektor dalam mendukung pelaksanaan Operasi Keselamatan Mansinam 2026.
Baca Juga:
Kapolri Pimpin Sertijab Pejabat Utama dan Kapolda Jajaran, Kapolda Papua Barat Resmi Berganti
Kegiatan ini merupakan bentuk kesiapan Polda Papua Barat, baik dari aspek personel, sarana, maupun prasarana, dalam mendukung pelaksanaan operasi lalu lintas menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Apel gelar pasukan juga menjadi momentum penting untuk menyatukan tekad dan komitmen seluruh unsur terkait dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polda Papua Barat.
Wakapolda Papua Barat menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Mansinam memiliki nilai strategis sebagai langkah cipta kondisi guna menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, sekaligus meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.
Baca Juga:
Wakapolda Papua Barat Pimpin Sosialisasi Penyusunan Manajemen Risiko di Lingkungan Polri
Berdasarkan hasil evaluasi Operasi Keselamatan Mansinam Tahun 2025, tercatat penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 50 persen, dari 4 kejadian menjadi 2 kejadian.
Angka fatalitas korban meninggal dunia juga berhasil ditekan hingga 100 persen, dari 5 jiwa menjadi nihil, serta korban luka berat menurun sebesar 83 persen. Meski demikian, peningkatan kerugian material masih menjadi perhatian untuk perbaikan ke depan.
Namun demikian, data Operasi Lilin Mansinam 2025 menunjukkan tren yang perlu diwaspadai, dengan lonjakan angka kecelakaan sebesar 144 persen, dari 9 menjadi 22 kejadian. Kondisi tersebut diikuti dengan peningkatan korban meninggal dunia sebesar 25 persen serta korban luka berat sebesar 100 persen, yang menunjukkan potensi gangguan lalu lintas masih cukup tinggi.