Widhi menyebut tujuan utama program agar pala di kampung tetap diolah dengan baik di kampung. “Kita tidak ingin seluruh hasil pala langsung jatuh ke tangan pedagang pengepul atau pembeli liar yang menunggu di bawah pohon pala. Dengan adanya asaran ini, masyarakat mempunyai fasilitas yang memadai untuk melakukan pengasapan dan pengolahan hasil pala sebelum dipasarkan,” katanya.
Ia menambahkan 10 unit asaran tahun ini menjadi bagian pemberdayaan ekonomi OAP berkelanjutan. “Peruntukannya khusus bagi pelaku usaha atau pengumpul Orang Asli Fakfak sesuai SOP penetapan penerima bantuan. Bahkan penyedia jasa konstruksinya juga dikerjakan oleh kontraktor Orang Asli Mbaham Matta sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat asli Fakfak,” tambah Widhi.
Baca Juga:
Pala Tomandin Fakfak Curi Perhatian di PENAS XVII Gorontalo 2026
Pemerintah menargetkan tujuh manfaat dari pembangunan asaran:
1. Meningkatkan mutu dan kualitas Pala Tomandin Fakfak lewat pengasapan dan pengeringan lebih baik.
2. Menekan praktik pembelian pala langsung di kebun oleh pedagang liar dengan harga merugikan petani.
3. Meningkatkan nilai tambah dan harga jual pala di tingkat kampung.
4. Memperkuat peran pelaku usaha dan pengumpul Orang Asli Fakfak dalam tata niaga pala.
5. Mendorong pemerataan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat kampung.
6. Mendukung penerapan SNI dan penguatan citra Pala Tomandin Fakfak sebagai komoditas unggulan.
7. Menjaga keberlanjutan Program Strategis Pala Unggul Fakfak untuk kesejahteraan masyarakat.
Salah satu penerima manfaat di Kampung Mandoni, Distrik Kokas, Mama Wati Kramandondo, mengaku bersyukur atas bantuan Pemkab Fakfak lewat Dinas Perkebunan. Selama ini fasilitas pengasapan yang dimiliki sangat terbatas dan belum mampu menampung seluruh hasil pala dari masyarakat.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Fakfak dan Dinas Perkebunan. Bantuan ini sangat membantu kami sebagai pengumpul atau pembeli pala di kampung karena asaran yang kami miliki selama ini kecil dan tidak mampu menampung hasil pala yang ada di kampung,” kata Mama Wati.
Baca Juga:
Dewan Adat Mbaham Matta dan Dinas Perkebunan Gelar Meri Totora, Tanam Pala Tomandin Grafting
Ia berharap asaran baru meningkatkan semangat warga menjaga kualitas pala sebelum dijual ke pedagang besar di kota. “Dengan bantuan ini tentu menjadi kerinduan kami yang akhirnya terwujud. Kami akan semakin giat berusaha dan menjaga mutu serta kualitas pala melalui proses pengasapan yang baik sebelum dijual kepada pedagang besar atau pengepul di kota. Harapan kami, harga pala juga semakin baik sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat kampung.”
Pembangunan 10 unit Asaran Pala Tradisional Skala Pengumpul Tahun 2026 menjadi langkah konkret Pemkab Fakfak memperkuat hilirisasi komoditas unggulan daerah lewat pemberdayaan masyarakat kampung. Hal ini sejalan dengan visi Fakfak Membara: Membangun Bersama Rakyat menuju Pala Unggul, Investasi Fakfak dan Warisan Berharga Masa Depan.
[Redaktur: Hotbert Purba]