PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Fakfak – Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan membangun 10 unit Asaran Pala Tradisional Skala Pengumpul yang tersebar di sejumlah kampung sentra produksi pala pada Tahun Anggaran 2026. Langkah ini memperkuat implementasi Program Strategis Pala Unggul Fakfak sekaligus meningkatkan mutu pascapanen Pala Tomandin Fakfak.
Lokasi pembangunan tersebar di kampung penghasil pala seperti Kiat, Mandoni, Sekar, Kaburbur, Adora, Sum, Sangkiti, Kalamanuk, serta beberapa kampung potensial lain yang menjadi sentra produksi pala rakyat.
Baca Juga:
Pala Tomandin Fakfak Curi Perhatian di PENAS XVII Gorontalo 2026
Selama ini petani dan pelaku usaha pala di Fakfak menghadapi rendahnya kualitas penanganan pascapanen akibat keterbatasan sarana pengasapan dan pengeringan di tingkat kampung. Kondisi itu membuat sebagian pala dijual belum diolah optimal, kadar air masih tinggi, kualitas biji tidak seragam, dan banyak hasil panen langsung dibeli pedagang pengumpul liar di bawah pohon dengan harga rendah.
Melalui asaran skala pengumpul, pemerintah berharap proses pengolahan dilakukan lebih baik di kampung sehingga pala memenuhi standar mutu, daya simpan lebih lama, bernilai ekonomi lebih tinggi, serta mendukung penerapan SNI Pala Tomandin Fakfak.
Keberadaan asaran juga ditargetkan menciptakan nilai tambah ekonomi di kampung. Pala yang diasap dan dikeringkan dengan baik memiliki kualitas dan harga jual lebih tinggi dibanding yang dipasarkan tanpa proses pascapanen memadai. Program ini sekaligus memperkuat posisi pelaku usaha dan pengumpul lokal agar tidak bergantung pada pembeli dari luar kampung serta mendorong perputaran ekonomi tetap di masyarakat setempat.
Baca Juga:
Dewan Adat Mbaham Matta dan Dinas Perkebunan Gelar Meri Totora, Tanam Pala Tomandin Grafting
Kepala Dinas Perkebunan Fakfak Widhi Asmoro Jati, ST., MT. menegaskan asaran pala tradisional ini khusus diperuntukkan bagi pelaku usaha atau pengumpul pala Orang Asli Fakfak yang aktif membeli, mengolah, dan mengumpulkan hasil pala masyarakat di kampungnya.
“Pembangunan asaran pala ini kami sasarkan kepada pengumpul atau pembeli pala yang benar-benar Orang Asli Fakfak, yang selama ini mengolah hasil palanya sendiri, membeli pala keluarganya, serta mengumpulkan pala dari masyarakat di kampung tempat tinggalnya, terutama kampung-kampung yang jauh dari wilayah kota,” ujar Widhi.
Penetapan penerima dilakukan melalui verifikasi dan inspeksi lapangan untuk memastikan bantuan tepat sasaran. “Penerima manfaat benar-benar kami lakukan sidak dan verifikasi langsung di lapangan sebelum ditetapkan sebagai kelompok penerima bantuan. Kami ingin memastikan bantuan ini diberikan kepada pelaku usaha yang memang aktif menjalankan usaha pengumpulan dan pengolahan pala di kampung,” tegasnya.
Widhi menyebut tujuan utama program agar pala di kampung tetap diolah dengan baik di kampung. “Kita tidak ingin seluruh hasil pala langsung jatuh ke tangan pedagang pengepul atau pembeli liar yang menunggu di bawah pohon pala. Dengan adanya asaran ini, masyarakat mempunyai fasilitas yang memadai untuk melakukan pengasapan dan pengolahan hasil pala sebelum dipasarkan,” katanya.
Ia menambahkan 10 unit asaran tahun ini menjadi bagian pemberdayaan ekonomi OAP berkelanjutan. “Peruntukannya khusus bagi pelaku usaha atau pengumpul Orang Asli Fakfak sesuai SOP penetapan penerima bantuan. Bahkan penyedia jasa konstruksinya juga dikerjakan oleh kontraktor Orang Asli Mbaham Matta sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat asli Fakfak,” tambah Widhi.
Pemerintah menargetkan tujuh manfaat dari pembangunan asaran:
1. Meningkatkan mutu dan kualitas Pala Tomandin Fakfak lewat pengasapan dan pengeringan lebih baik.
2. Menekan praktik pembelian pala langsung di kebun oleh pedagang liar dengan harga merugikan petani.
3. Meningkatkan nilai tambah dan harga jual pala di tingkat kampung.
4. Memperkuat peran pelaku usaha dan pengumpul Orang Asli Fakfak dalam tata niaga pala.
5. Mendorong pemerataan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat kampung.
6. Mendukung penerapan SNI dan penguatan citra Pala Tomandin Fakfak sebagai komoditas unggulan.
7. Menjaga keberlanjutan Program Strategis Pala Unggul Fakfak untuk kesejahteraan masyarakat.
Salah satu penerima manfaat di Kampung Mandoni, Distrik Kokas, Mama Wati Kramandondo, mengaku bersyukur atas bantuan Pemkab Fakfak lewat Dinas Perkebunan. Selama ini fasilitas pengasapan yang dimiliki sangat terbatas dan belum mampu menampung seluruh hasil pala dari masyarakat.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Fakfak dan Dinas Perkebunan. Bantuan ini sangat membantu kami sebagai pengumpul atau pembeli pala di kampung karena asaran yang kami miliki selama ini kecil dan tidak mampu menampung hasil pala yang ada di kampung,” kata Mama Wati.
Ia berharap asaran baru meningkatkan semangat warga menjaga kualitas pala sebelum dijual ke pedagang besar di kota. “Dengan bantuan ini tentu menjadi kerinduan kami yang akhirnya terwujud. Kami akan semakin giat berusaha dan menjaga mutu serta kualitas pala melalui proses pengasapan yang baik sebelum dijual kepada pedagang besar atau pengepul di kota. Harapan kami, harga pala juga semakin baik sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat kampung.”
Pembangunan 10 unit Asaran Pala Tradisional Skala Pengumpul Tahun 2026 menjadi langkah konkret Pemkab Fakfak memperkuat hilirisasi komoditas unggulan daerah lewat pemberdayaan masyarakat kampung. Hal ini sejalan dengan visi Fakfak Membara: Membangun Bersama Rakyat menuju Pala Unggul, Investasi Fakfak dan Warisan Berharga Masa Depan.
[Redaktur: Hotbert Purba]