"Kalau untuk tujuan politis, yang sekarang mayoritas penerima manfaat kan anak -anak Balita sampai SD, tiga tahun lagi tahun 2029 mereka belum nyoblos. Jadi kalau ada yg bilang 82 juta penerima manfaat itu untuk Pemilu 2029 mohon diluruskan pemikiran itu agar kita bersama -sama bisa menerima program MBG sebagai program mulia untuk memperbaiki masa depan generasi kita," tegasnya.
Masih menurutnya, multiplier effect (efek ganda) dari program MBG juga bisa menggerakan ekonomi bawah atau ekonomi masyarakat. Terbukti kemarin 3 Minggu libur sekolah dan MBG libur, petani dan peternak mengeluh karena hasil pertanian dan peternakan mereka tidak terserap dan harganya jatuh. Demikian juga pedagang di pasar juga sampai harus membuang -buang sayur dan buahnya.
Baca Juga:
Baru 1,5 Bulan Menjabat, Kepala BGN Nanik S Deyang Mendadak Mengundurkan Diri
"Sejauh ini meski menjabat Kepala BGN tidak lama, saya sudah meletakkan dasar -dasar untuk perbaikan ke depan program MBG, termasuk kemarin sore sdh mengganti 5 eselon satu ( I) yang diambil dari 5 kementerian /lembaga, yaitu dari Kemenkes, Kemndikdasmen, Kemenkeu, BPKP dan Kejaksaan. Dengan diambil dari berbagai Kementerian dan lembaga maka ke depan BGN akan diisi oleh orang-orang profesional di bidangnya," jelas Naniek.
Dikakatannya, saat ini juga sudah dibuat 11 tim untuk melakukan reformasi total di BGN, mulai tim refocusing yaitu untuk memastikan apakah 62 juta lebih penerima manfaat saat ini tepat sasaran? Pak presiden sudah menyetujui agar program MBG lebih ditujukan ke 3B (Balita, Busui dan Bumil), anak -anak SD -SMP serta siswa semua tingkatan sekolah di kawasan 3T.
"Ada juga tim evaluasi untuk 27.877 SPPG yang sudah operasional, karena tidak semua SPPG memenuhi syarat sesui Juknis . Kemudian juga ada tim program MBG di kawasan 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) yang sebagian besar masih sulit dijangkau dengan transportasi umum. Ada juga tim efisiensi dll," urainya.
Baca Juga:
Data Penerima Dirombak, Anggaran MBG Dipangkas Rp39 Triliun
Ia mengungkapkan, insyallah pengganti saya adalah "adik saya" dimana saya bisa menjewer kalau misalnya terjadi hal-hal yang menyimpang.
"Saya konsentrasi di kesehatan dulu ya prens 😁😁😁 Soalnya Kakak Kim dan Ade Ara, sudah tidak mau kompromi untuk kesehatan saya. Mereka minta saya harus membenahi pola makan dan tidak boleh stres. Sejak saya sakit mereka terus cek kegiatan saya ngapain saja, dan makan saya apa ? Olahraganya sudah apa belum? Mereka berdua benar -benar pengawas kesehatan saya... ha .. ha .," ucapnya.
Terakhir dia menuliskan, mari kita dukung program MBG, Bismillah ini akan membawa kebaikkan untuk anak-anak Indonesia dan juga perekonomian di daerah.