PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, MANOKWARI – Kondisi Asrama Mahasiswa Raja Ampat di Manokwari kini memprihatinkan total. Tidak hanya bangunan yang rusak parah, fasilitas penunjang seperti tempat tidur, meja, dan kursi juga sudah tidak layak pakai. Ironisnya, keluhan ini sudah disuarakan sejak 2023, Pemda pernah kirim tim survei, namun hingga tidak ada tindakan nyata.
Ketua Ikatan Mahasiswa Raja Ampat (IKMARAJA), Felix Ambrau, menegaskan bahwa fasilitas aset daerah ini sudah hancur di berbagai sisi.
Baca Juga:
23 Tahun Raja Ampat, Pidato Megah: Statistik Manis, Fakta Pahit
"Masalah bukan hanya atap yang bocor dan dinding yang rusak. Tempat tidur atau ranjang sudah banyak yang patah dan tidak layak huni. Begitu juga meubelair seperti meja dan kursi belajar, semuanya sudah rusak parah. Bagaimana kami mau belajar dengan layak jika fasilitas pendukung saja hancur?" tegas Felix, Jumat (10/04/2026).
Lebih jauh Felix menyoroti ketidakseriusan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Raja Ampat. Menurutnya, persoalan ini bukan hal baru.
"Kami sudah menyampaikan keluhan ini sejak tahun 2023 hingga sekarang. Bahkan sebelumnya Pemda pernah mengirim tim datang langsung ke Manokwari untuk mengecek kondisi. Tapi apa hasilnya? Nol besar. Hanya sekadar melihat, lalu pulang dan tak ada tindak lanjut perbaikan sama sekali," ungkapnya dengan nada kecewa.
Baca Juga:
Bupati Raja Ampat Paparkan Capaian dan Luncurkan 4 Program Strategis di Usia 23 Tahun
Kondisi ini semakin menyiksa karena saat ini mahasiswa sedang menjalani Ujian Tengah Semester (UTS). Air yang masuk saat hujan serta minimnya fasilitas belajar sangat mengganggu konsentrasi.
Felix menekankan, jika Pemda tetap abai dan tidak segera merealisasikan perbaikan dalam waktu dekat, mahasiswa tidak akan bertahan lagi.
"Menjelang pertengahan hingga akhir tahun, jika tidak ada perubahan pasti, mahasiswa akan mencari jalan keluar sendiri. Yang mampu akan sewa kos, yang punya keluarga di sini akan pindah. Kami tidak bisa terus bertahan di tempat yang tidak layak ini," tegasnya.