Dalam pertemuan tersebut, Bupati Pegaf juga menjelaskan bahwa senjata yang dipegangnya bukan dirampas.
"Senjata itu bukan saya rampas, saya sita seperti yang ada diberita itu. Sebagai manusia saya emosi, makanya tidak kontrol diri," ungkapnya.
Baca Juga:
Bupati Jeneponto Ngamuk dan Tantang Lawan Politik Usai Dilantik, Ada Apa?
Dirinya juga mengaku bahwa video yang viral tersebut tanpa seizinnya dan dirinya juga tidak tau siapa yang viral kan.
Sekali lagi saya sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada bapak Panglima TNI, Kapolri, Pangdam, Dandim, Kapolres dan kepada masyarakat dan publik, demikian Bupati Yosias Saroy. [Suan Padang/hot]