Sisi Positif:
- Infrastruktur Meledak: Membangun jalan, memperluas jaringan listrik hingga ke kampung-kampung, dan memperbaiki fasilitas umum secara masif.
- Pertumbuhan Ekonomi: Berhasil mendatangkan investasi besar, termasuk sektor pertambangan yang memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga mencapai milyaran rupiah per tahun.
- Konektivitas: Meningkatkan aksesibilitas melalui pengembangan bandara dan pelabuhan, serta memperluas jangkauan telekomunikasi.
- Penghargaan: Meraih berbagai penghargaan, termasuk Paritrana Award dua kali berturut-turut dan Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) dari BPJS Kesehatan.
Baca Juga:
Realitas Berbeda dengan Pengumuman! Realisasi APBD Raja Ampat TA 2025 Hanya 78,6%, Bukan 85%
Sisi Kritis:
- Isu Lingkungan: Pembangunan sektor tambang dan industri menimbulkan kekhawatiran serius mengenai kerusakan ekosistem laut dan darat yang menjadi aset utama pariwisata.
- Tata Ruang Kota: Penataan kota Waisai dinilai kurang rapi, terutama di kawasan strategis seperti Pantai WTC yang terlihat semrawut dan kurang terencana.
- Transparansi: Muncul berbagai pertanyaan publik mengenai pengelolaan anggaran dan proses perizinan yang dinilai kurang terbuka.
4. ERA ORMAS (Orideko Iriano Burdam – Mansyur Syahdan, 2025-Sekarang): Harapan Baru dan Tantangan Berat
Baca Juga:
Sejarah Baru! AVC Beach Tour 2026 Pertama Kali di Raja Ampat, Ini Pidato Bupati Orideko
Profil:
Pemerintahan baru yang baru saja dilantik, membawa visi "Kebangkitan Daerah" dengan pendekatan yang lebih terencana dan berkelanjutan.
Visi dan Misi Jelas:
- Fokus pada perbaikan layanan dasar: pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat.
- Komitmen kuat pada tata kelola yang transparan dan akuntabel untuk memulihkan kepercayaan publik.
- Menekankan keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan serta hak masyarakat adat.