BUKTI KEGAGALAN PEMDA: SUDAH SETAHUN, MASIH BELUM ADA SOLUSI
Yang menjadi sorotan tajam dan bukti nyata ketidakmampuan Pemkab Raja Ampat adalah lamanya durasi blokade ini berlangsung. Hingga hari ini, sudah satu tahun penuh berlalu, namun Wayag masih tetap tertutup.
Baca Juga:
Wisatawan Asing Diduga Disandera, Ada Apa di Pulau Kawei Raja Ampat?
Pemerintah daerah dinilai gagal total dalam beberapa aspek:
1. Gagal Melakukan Mediasi dan Pendekatan
Pemda tidak mampu menjadi jembatan yang kuat antara masyarakat adat, perusahaan, dan pemerintah pusat. Komunikasi terlihat jalan di tempat, tidak ada kesepakatan yang dicapai, dan tidak ada terobosan kebijakan yang ditawarkan untuk menyatukan kembali kedua kubu yang bertikai.
2. Gagal Melindungi Aset Strategis Daerah
Sebagai pemerintah yang berwenang, Pemda seharusnya mampu menjamin keamanan dan kelancaran aktivitas di kawasan wisata. Namun fakta menunjukkan, mereka tidak berdaya melihat ikon daerahnya diblokade selama setahun tanpa bisa berbuat banyak.
Baca Juga:
Institut USBA dan Pelajar di Raja Ampat Tanam 1.500 Bibit Mangrove di Kampung Wisata Arborek
3. Tidak Ada Terobosan Ekonomi Pengganti
Salah satu tugas Pemda seharusnya menyiapkan skema ekonomi alternatif bagi mereka yang kehilangan pekerjaan akibat berhentinya tambang, misalnya dengan melatih mereka menjadi tenaga kerja pariwisata atau nelayan modern. Namun hingga kini, program nyata tersebut tidak terlihat.
4. Biarkan Wisatawan Menderita
Selama satu tahun ini, ratusan bahkan ribuan wisatawan mancanegara kecewa dan mengalami kerugian materiil karena sudah membayar mahal namun tidak bisa melihat Wayag. Citra Raja Ampat di mata dunia hancur lebur karena dianggap tidak aman dan tidak kondusif.
DAMPAK YANG TERUS BERLANJUT