● Serapan produk perikanan dari Arguni untuk pemenuhan catering Tangguh LNG dimulai sejak tahun 2010 dengan jumlah yang terus meningkat tiap tahunnya. Sejak tahun 2010 – 2025, sekitar 850 ton atau setara dengan 37 miliar Rupiah produk perikanan telah disuplai dari koperasi Enenem Jaya, Arguni. Untuk tahun 2025, serapan mencapai 95 ton ikan. Selain itu, Tangguh juga memfasilitasi pembangunan gedung koperasi, pemasangan genset, kulkas penyimpanan, 10 unit long boat dengan mesin 15PK, long boat besar dengan motor tempel 40PK, peralatan nelayan, mesin pemurni air, dll.
● Dukungan bagi usaha produk turunan perikanan (abon ikan), mulai dari izin usaha, pengurusan label halal hingga pengemasan produk.
Baca Juga:
Berheta dan Varrent dari Provinsi Papua Barat Raih Juara di Olimpiade Genomik Indonesia 2025
● Pelatihan penguatan UMKM dan usaha lokal kepada 21 pengusaha Arguni dan Taver serta 26 pengusaha Kokas berupa pelatihan keuangan, proses pembukuan bisnis hingga strategi pemasaran.
● Pendampingan dan penguatan kompetensi guru SD Arguni, yang melibatkan mitra pelaksana untuk pendampingan 7 orang guru. Selain itu, kami melaksanakan English Bootcamp untuk peningkatan kemampuan Bahasa Inggris serta beasiswa pendidikan.
● Pengembangan pembangkit listrik alternatif di Pulau Arguni yang menghasilkan daya hingga 150 kWh per hari dan diperuntukkan untuk rumah ibadah, koperasi, gedung PKK, SMP Arguni, Balai Kampung Arguni, Balai Kampung Taver, PAUD, dll.; dengan nilai investasi sebesar dua miliar Rupiah.
Baca Juga:
Dua siswa Papua Barat Melaju ke Final Olimpiade Genomik Indonesia di Jakarta
● Perbaikan jetty masyarakat yang pernah dilakukan di tahun 2016 dan akan dilakukan kembali di tahun 2026 dengan anggaran sebesar 573 juta Rupiah. Perlu kami tegaskan sekali lagi bahwa apa yang kami lakukan di Kabupaten Teluk Bintuni dan Fakfak merupakan usaha untuk membantu pemerintah dalam mencapai kedaulatan energi. Dalam pelaksanaannya kami berkomitmen untuk tetap menjalankan dengan aman dan transparan, serta membuka pintu komunikasi dan diskusi membangun dengan seluruh pemangku kepentingan.
[Redaktur: Hotbert Purba]