Salah satunya QRIS Cross-Border yang kini dapat digunakan di Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok. Inovasi ini memudahkan masyarakat Indonesia bertransaksi di luar negeri menggunakan aplikasi pembayaran domestik.
BI juga menghadirkan QRIS Tap yang resmi diluncurkan 14 Maret 2025. Layanan pembayaran tanpa memindai kode QR ini memungkinkan transaksi lebih cepat dan praktis, khususnya di sektor transportasi publik dan ritel.
Baca Juga:
PAN Sumedang Bidik 7 Kursi DPRD, M. Fajar Aldila: Kami Siap Menang 2029
Digitalisasi juga berdampak pada tata kelola pemerintahan. Implementasi pembayaran pajak dan retribusi daerah secara nontunai memberi kemudahan, meningkatkan transparansi, mempercepat penerimaan daerah, serta meminimalkan potensi kebocoran.
Rangkaian Edukasi dan UMKM
Melalui QRISTAL Kasuari 2026, BI menghadirkan talkshow, sosialisasi sistem pembayaran digital, workshop, Digital Innovation Challenge, QRIS Jelajah Rasa, Bank Indonesia Discovery Zone, Torang Color Run, zumba, donor darah, kompetisi e-sport, hingga pentas seni.
Baca Juga:
TPID Kota Sorong dan PBD Sidak Pasar, Pastikan Harga dan Pasokan Pokok Terkendali
"Kegiatan ini diharapkan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap manfaat transaksi digital, memperkuat kapasitas UMKM memanfaatkan teknologi pembayaran, serta mendorong peluang ekonomi baru yang adaptif terhadap perkembangan digital," ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Papua Barat, Setian.
Ia menambahkan, BI bersinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak untuk menjaga tren positif ekonomi. BI juga terus berupaya mengatasi tekanan ekonomi global dengan mendorong keuangan digital melalui perluasan QRIS antar negara.
"Jangan lupa memakai QRIS dalam setiap bertransaksi," pesannya.