PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Raja Ampat - Bangkai kapal yang hanyut di perairan Meosmansar sudah dua minggu menjadi ancaman bagi ekosistem laut Meosmansar.
Warga kesulitan mengevakuasi bangkai tersebut secara mandiri dan mendesak pihak berwenang segera turun tangan.
Baca Juga:
Bupati Raja Ampat Paparkan Capaian dan Luncurkan 4 Program Strategis di Usia 23 Tahun
Kapal yang kondisinya telah terbakar dilaporkan hanyut tak berarah di perairan wilayah Distrik Meosmansar, Kabupaten Raja Ampat, pada Sabtu (9/5/2026).
Hingga saat ini, identitas maupun asal-usul kapal tersebut belum diketahui secara pasti, dan keberadaannya dinilai sangat mengkhawatirkan karena berpotensi merusak ekosistem terumbu karang yang menjadi kekayaan utama wilayah tersebut.
Kapal tanpa penanggung jawab ini diketahui hanyut melintasi perairan di antara permukiman Kampung Yenbekwan, Sawinggrai, Yenbuba, dan kawasan sekitarnya.
Baca Juga:
Kapal Terbakar Hanyut Ancam Tabrak Pasir Timbul, Tim Yenatar Resort Berjuang Sendirian Sebelum Ada Bantuan
Masyarakat setempat sangat cemas, mengingat jika kapal tersebut kandas atau menabrak kawasan terumbu karang (reef), kerusakan besar bagi lingkungan dan mata pencaharian warga tidak dapat dihindari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, warga telah berupaya melakukan evakuasi dan pengendalian terhadap kapal tersebut agar tidak masuk ke kawasan rawan. Namun, upaya tersebut menemui kendala besar karena keterbatasan sarana dan armada yang dimiliki masyarakat.
Kapal-kapal kecil milik warga tidak memiliki tenaga dan kekuatan yang cukup untuk menunda atau menggeser kapal terbakar tersebut.
Hingga hari ini, 9 Mei 2026, kelompok masyarakat yang sebagian besar bergerak di sektor pariwisata di Distrik Meosmansar kembali berupaya melakukan evakuasi, namun kembali gagal karena ketidakmampuan armada yang digunakan.
Warga menyayangkan sikap pemerintah daerah dan lembaga terkait yang dinilai lambat merespons, seolah-olah membiarkan dan hanya menyaksikan kondisi berbahaya ini berlangsung tanpa tindakan nyata.
"Pemerintah dan lembaga terkait terkesan tertidur dan hanya menyaksikan kondisi ini. Padahal bahaya kerusakan lingkungan sangat nyata di depan mata kami," ungkap salah satu warga setempat.
Menyikapi situasi tersebut, masyarakat mendesak pihak berwenang, aparat penegak hukum, serta instansi terkait untuk segera turun tangan.
Selain menanggulangi kapal tersebut sebelum menimbulkan bencana lingkungan, warga juga meminta dilakukan penelusuran menyeluruh mengenai asal-usul kapal yang hanyut tersebut.
Secara khusus, masyarakat meminta pihak Kepolisian dan instansi berwenang lainnya untuk mengidentifikasi serta menemukan pihak yang bertanggung jawab, termasuk siapa pemilik kapal tersebut.
Kejelasan ini dinilai penting agar tidak ada kapal asing atau kapal yang tidak diketahui asal-usulnya berkeliaran dan mengancam keamanan serta kelestarian laut Raja Ampat.
Masyarakat berharap tindakan cepat dapat dilakukan sebelum kapal tersebut kandas dan menimbulkan kerusakan permanen pada ekosistem laut yang menjadi tumpuan hidup seluruh warga Meosmansar.
[Redaktur: Hotbert Purba]