"Mama-mama pedagang Papua masih melakukan aksi demonstrasi hingga pukul 03.08 WIT. Massa telah berpindah dari Kantor Gubernur ke Lampu Merah Elim Remu, melakukan blokade jalan dan bertahan dengan tidur di atas aspal. Aksi ini bertujuan mendorong Gubernur membuat kebijakan dukungan modal usaha dan penyediaan tempat berjualan yang baik bagi mama-mama pedagang Papua," kata Yohanis, Jumat dini hari.
Salah seorang peserta aksi menyatakan kecewa karena hingga hari ketiga Gubernur belum menemui massa secara langsung. "Kami aksi di kantor gubernur hingga bermalam pun gubernur tidak menemui kami untuk menerima aspirasi secara langsung. Karena itu kami bergeser memblokir jalan raya supaya Elisa Kambu bisa melihat dan menerima aspirasi kami," ujarnya.
Baca Juga:
BPS RI: Penduduk Miskin di Provinsi Papua Barat Daya Capai 103 Ribu Jiwa
Desak Kebijakan Berpihak pada OAP
Para demonstran mendesak Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya segera menetapkan kebijakan yang berpihak kepada mama-mama pedagang Papua. Tuntutan itu meliputi dukungan modal usaha, penyediaan lokasi berjualan yang layak, serta program pemberdayaan ekonomi OAP sesuai semangat Otsus.
Massa menegaskan perjuangan mereka tidak hanya untuk pedagang, tetapi juga menyangkut pemberdayaan ekonomi masyarakat asli Papua yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah.
Baca Juga:
Momen Hari Kartini, Wapres Gibran Berikan Voucher Belanja kepada Mama Papua di Saga Supermarket Sorong
Di tengah keterbatasan fasilitas dan kelelahan setelah tiga hari bertahan, para peserta menyatakan akan tetap bertahan hingga memperoleh kepastian dan jawaban langsung dari Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.
Aksi masih berlangsung sampai dini hari. Belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya terkait tuntutan para pedagang maupun langkah yang akan ditempuh untuk merespons aksi tersebut.
[Redaktur: Hotbert Purba]