"Semakin baik mutu pala yang dihasilkan petani pala mulai dari tingkat kematangan panen, proses pengeringan, kebersihan produk, hingga penyimpanan, maka semakin tinggi pula nilai jual yang dapat diperoleh," ujar Widhi.
Lanjutnya, harga yang baik lahir dari kualitas yang baik.
Baca Juga:
Dinas Perkebunan Fakfak Gandeng YAI Perkuat Database Petani Dukung Hilirisasi Pala Tomandin
"Karena itu mari kita jaga mutu pala Fakfak bersama-sama. Jangan panen terlalu muda, jangan campur kualitas baik dengan yang kurang baik, dan pastikan proses pascapanen dilakukan dengan benar. Jika mutu terjaga, harga akan mengikuti, pasar akan percaya, dan petani akan semakin sejahtera,” tegasnya.
Pesan ini menjadi pengingat bahwa hak petani memperoleh harga yang layak juga harus dibarengi kewajiban menjaga kualitas hasil kebun, sehingga nama besar pala Fakfak tetap harum, bernilai tinggi, dan memiliki daya saing yang kuat di pasar.
Ini yang diingatkam kepada pelaku usaha pala di kampungLampung
Baca Juga:
Pemkab Fakfak Perkuat Mutu Pala Tomandin Lewat Pembinaan 8 Blok Penghasil Tinggi
Ditambahkan Pala adalah kebanggaan Fakfak. Karena itu tata niaganya harus dijaga bersama. Petani sejahtera, pelaku usaha bertumbuh, dan harga pala tetap bermartabat.
"Inilah semangat keberpihakan pemerintah kepada masyarakat pekebun pala," terangnya.
Melalui sidak ini, Pemerintah ingin memastikan bahwa ekosistem usaha pala berjalan sehat, adil, dan berkelanjutan, sehingga harum pala Fakfak terus menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat dari kampung hingga pasar dunia.