Ketua Panitia, Drs. H. Wahidin Puarada, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada umat Katolik TPW Fakfak atas dukungan tersebut.
"Bantuan ini menjadi wujud nyata semangat kebersamaan dan memperlihatkan bahwa nilai-nilai toleransi terus hidup di tengah masyarakat kita," ujar Wahidin.
Baca Juga:
Warga RT 004 Fakfak Bersih-bersih Jelang HUT ke-81 RI, Tempat Sampah Depan SMAN 1 Diprotes
Ia menambahkan, semangat saling mendukung tersebut merupakan implementasi nyata dari falsafah masyarakat Fakfak "Satu Tungku Tiga Batu" yang mengajarkan pentingnya hidup berdampingan dalam keberagaman dengan penuh rasa saling menghormati.
"Ini mewujudkan nilai Satu Tungku Tiga Batu yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Fakfak dalam menjaga persatuan dan kerukunan," tambahnya.
*Momentum Perkuat Persaudaraan*
Peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua tidak hanya menjadi momentum bersejarah bagi umat Islam, tetapi juga ruang bersama untuk memperkuat persaudaraan antarsesama anak bangsa.
Baca Juga:
Polsek Karas dan Pemdist Karas Sosialisasi Cegah Karhutla Serta Jaga Kamtibmas Jelang HUT ke-81 RI
Dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk umat Katolik TPW Fakfak, menunjukkan semangat kebersamaan mampu melampaui perbedaan keyakinan.
Keharmonisan di Kabupaten Fakfak selama ini menjadi contoh nyata masyarakat yang menjunjung tinggi nilai toleransi. Melalui semangat "Satu Tungku Tiga Batu", masyarakat terus merawat persaudaraan, saling membantu dalam kegiatan sosial maupun keagamaan, serta menjaga kedamaian sebagai warisan bagi generasi mendatang.
[Redaktur: Hotbert Purba]