PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Fakfak - Semangat toleransi dan kebersamaan antarumat beragama kembali terlihat di Kabupaten Fakfak. Umat Katolik yang tergabung dalam Tim Pastoral Wilayah (TPW) Fakfak menyerahkan bantuan 500 karton air mineral merek Krawedi untuk mendukung pelaksanaan Peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua.
Penyerahan bantuan dilakukan Kamis (6/8/2026) oleh perwakilan umat Katolik TPW Fakfak, Josep Goenawan, kepada Ketua Panitia Peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua, Drs. H. Wahidin Puarada.
Baca Juga:
Warga RT 004 Fakfak Bersih-bersih Jelang HUT ke-81 RI, Tempat Sampah Depan SMAN 1 Diprotes
Josep Goenawan yang juga menjabat Ketua Dewan Paroki Santo Yosep Fakfak menjelaskan, bantuan tersebut merupakan hasil partisipasi para pastor se-TPW Fakfak bersama umat Katolik dari lima paroki di wilayah pastoral itu.
"Bantuan ini berasal dari para pastor se-TPW Fakfak bersama umat Katolik dari lima paroki di TPW Fakfak," ujar Josep.
Ia menegaskan keikutsertaan umat Katolik dalam mendukung peringatan tersebut merupakan wujud nyata persaudaraan antarumat beragama yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Fakfak sejak lama.
Baca Juga:
Polsek Karas dan Pemdist Karas Sosialisasi Cegah Karhutla Serta Jaga Kamtibmas Jelang HUT ke-81 RI
Menurutnya, masyarakat Fakfak memiliki tradisi hidup berdampingan secara damai dan saling menghormati. Setiap momentum keagamaan menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan persaudaraan tanpa memandang perbedaan agama maupun latar belakang.
"Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua berjalan dengan baik dan sukses. Semoga kegiatan ini semakin mempererat persaudaraan, kebersamaan, dan kerukunan seluruh masyarakat Fakfak," katanya.
Cerminan Nilai Satu Tungku Tiga Batu
Ketua Panitia, Drs. H. Wahidin Puarada, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada umat Katolik TPW Fakfak atas dukungan tersebut.
"Bantuan ini menjadi wujud nyata semangat kebersamaan dan memperlihatkan bahwa nilai-nilai toleransi terus hidup di tengah masyarakat kita," ujar Wahidin.
Ia menambahkan, semangat saling mendukung tersebut merupakan implementasi nyata dari falsafah masyarakat Fakfak "Satu Tungku Tiga Batu" yang mengajarkan pentingnya hidup berdampingan dalam keberagaman dengan penuh rasa saling menghormati.
"Ini mewujudkan nilai Satu Tungku Tiga Batu yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Fakfak dalam menjaga persatuan dan kerukunan," tambahnya.
*Momentum Perkuat Persaudaraan*
Peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua tidak hanya menjadi momentum bersejarah bagi umat Islam, tetapi juga ruang bersama untuk memperkuat persaudaraan antarsesama anak bangsa.
Dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk umat Katolik TPW Fakfak, menunjukkan semangat kebersamaan mampu melampaui perbedaan keyakinan.
Keharmonisan di Kabupaten Fakfak selama ini menjadi contoh nyata masyarakat yang menjunjung tinggi nilai toleransi. Melalui semangat "Satu Tungku Tiga Batu", masyarakat terus merawat persaudaraan, saling membantu dalam kegiatan sosial maupun keagamaan, serta menjaga kedamaian sebagai warisan bagi generasi mendatang.
[Redaktur: Hotbert Purba]