Di sisi lain, kondisi tingginya gelombang laut menjadi penyebab utama berkurangnya hasil tangkapan nelayan di Pasar Jembatan Puri, yang berujung pada kenaikan harga ikan laut seperti tuna dan cakalang. Pedagang juga mengeluhkan aktivitas jual beli yang semakin sepi akibat menurunnya daya beli masyarakat serta faktor musiman.
Kepala Bagian Perekonomian Kota Sorong Milan Latumeten menyampaikan inflasi Kota Sorong pada Juni 2026 tercatat sekitar 6 persen. Kenaikan paling besar dipicu oleh harga komoditas perikanan dan tarif transportasi udara.
Baca Juga:
Launching Kegiatan Pasar Murah, Berni Dhey Ungkap Roadmap Pengendalian Inflasi Daerah
"Berdasarkan data Dinas Perikanan, kondisi cuaca yang menghambat tangkapan nelayan diperkirakan masih berlangsung hingga Agustus 2026," jelas Milan.
Untuk mengatasi potensi kelangkaan minyak goreng, Pemerintah Kota Sorong akan segera berkoordinasi dengan Perum Bulog serta mengajukan permohonan ke kementerian terkait guna menambah alokasi pasokan dari pemerintah pusat.
"Kami berharap berbagai langkah TPID ini dapat menekan laju inflasi pada Juli 2026 menjadi lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Pengawasan rutin juga diharapkan dapat mencegah spekulasi harga serta memberikan rasa aman bagi masyarakat," demikian Milan.
Baca Juga:
Pemkot Palangka Raya Jadikan Gerai TPID Program Utama Kendalikan Inflasi dan Daya Beli
[Redaktur: Sandy]