PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Raja Ampat – Gelombang protes kembali muncul terkait kebijakan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat yang membatalkan pelantikan sejumlah Kepala Kampung terpilih, salah satunya Yeremias Faidan.
Melalui pernyataan sikap resmi yang disampaikan hari ini, para simpatisan dan pendukung Yeremias Faidan menilai keputusan yang diambil oleh pihak pemerintah daerah, dalam hal ini bupati sangat sepihak, tidak transparan, dan mengandung unsur ketidakadilan.
Baca Juga:
23 Tahun Raja Ampat, Pidato Megah: Statistik Manis, Fakta Pahit
Berikut adalah poin-poin utama pernyataan sikap yang diterima redaksi PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO. Jumat (22/5/2026):
Pertama, kami menilai keputusan yang diambil oleh Pemerintah Daerah dan Bupati Raja Ampat sangat kental nuansa keberpihakan.
Keputusan ini terlihat jelas hanya menguntungkan dan memihak pada satu calon saja, yaitu Wilfred Faidan, serta mengabaikan hasil kehendak masyarakat yang telah memilih secara demokratis.
Baca Juga:
Diam Itu Bukti Pelanggaran, Regulasi Diinjak-Injak: Mengapa Pemkab Raja Ampat Tak Berani Bersuara Soal Yeremias?
Bagi kami, langkah ini bukanlah solusi, melainkan bentuk intervensi yang merugikan hasil pemilihan yang sah.
Kedua, terkait alasan adanya sengketa yang dijadikan dasar pembatalan pelantikan, kami mempertanyakan kejelasan status sengketa tersebut. Sampai sejauh mana sengketa itu ditindaklanjuti? Bagaimana proses penanganannya? Dan yang paling penting, siapa pihak yang bertanggung jawab atas sengketa tersebut? Selama ini kami tidak mendapatkan kejelasan apapun.
Ketidakjelasan inilah yang semakin menguatkan keyakinan kami bahwa keputusan ini memang sepihak, dan ada unsur-unsur kepentingan lain dibaliknya yang tidak diketahui publik.
Ketiga, setelah kami membaca penjelasan resmi dari Bapak Bupati mengenai tiga kampung yang tidak dilantik, termasuk Kampung Reni tempat kami berasal, kami menyatakan dengan tegas; kami masyarakat dan pendukung Yeremias Faidan tidak pernah sekalipun mengeluarkan aspirasi atau permintaan untuk membatalkan kepala kampung terpilih.
Tidak ada satu pun perwakilan kami yang meminta pembatalan ini. Artinya, alasan yang dikemukakan sama sekali tidak mencerminkan kehendak kami, melainkan keputusan sepihak yang dipaksakan dari atas.
Kami para simpatisan dan pendukung tetap berdiri tegak mendukung Yeremias Faidan sebagai Kepala Kampung terpilih hasil pemilihan yang sah.
Kami menuntut agar keputusan ini ditinjau ulang, seluruh proses dibuka secara transparan, dan keadilan bagi aspirasi masyarakat Kampung Reni dapat segera ditegakkan. Kami berharap pemerintah mendengar suara rakyat, bukan hanya suara segelintir pihak tertentu.
Demikian pernyataan sikap warga, simpatisan pendukung Yeremias Faidan.
[Redaktur: Hotbert Purba]