Papua-Barat.WahanaNews.co, Sorong - Bank Indonesia Kantor Perwakilan Papua Barat gelar Gerakan Nasional Pengendali Inflasi Pangan (GNPIP) sebagai puncak pengendalian Inflasi tahun 2023 dengan tema Sinergi dan inovasi membangun Papua Barat Daya, pangan mandiri, inflasi terjaga, torang sejahtera.
Giat tersebut dilaksanakan disalah satu hotel di Kota Sorong, Senin (30/10/2023).
Baca Juga:
Bulan Ramadan, Bank Indonesia: Saldo Uang Layak Edar (ULE) di Kas Titipan Kota Sorong Saat Ini Sebesar Rp279 Miliar
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, Rommy Sariu Tamawiwy mengatakan guna pengendalian Inflasi daerah di Provinsi Papua Barat daya telah bersinergi dan berkomitmen dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menjaga sinkronisasi kebijakan pengendalian inflasi untuk mencapai sasaran inflasi yang ditetapkan pemerintah.
Kata Rommy, GNPIP dilakukan secara terstruktur, bagaimana koordinasi semua pihak dapat berkolaborasi untuk pengendalian inflasi pangan dapat ditangani dengan baik.
Ia juga mengajak kerja keras semua pihak, baik pemerintah dan masyarakat dalam pengendalian inflasi pangan dengan pemamfaatan produksi pangan lokal.
Baca Juga:
Survei BI Februari 2025: Keyakinan Konsumen Terhadap Ekonomi Tetap Kuat
Pemukulan tifa Papua sebagai puncak pengendalian Inflasi tahun 2023 dengan tema Sinergi dan Inovasi Membangun Papua Barat Daya, Pangan Mandiri, Inflasi Terjaga, Torang Sejahtera. (Foto: WahanaNews/Hotbert Purba)
"Dengan adanya dinamika dan gejolak dunia yang terjadi saat ini, maka kita harus meningkatkan produktivitas pangan lokal. Kitorang kuat, karena kitorang satu," kata Rommy.
Rommy memfokuskan pemamfaatan pangan lokal bertajuk "5 Bangga" yaitu; bangga tanam pangan lokal, bangga jual pangan lokal, bangga beli pangan lokal, bangga masak pangan lokal dan bangga makan pangan lokal.