Sementara itu, politisi senior lintas generasi, Zulfan Lindan mengaitkan pesan Presiden Prabowo soal kemandirian desa dengan semangat swasembada nasional yang sedang digaungkan pemerintah.
"Ide besar Pak Prabowo sebenarnya sederhana, yaitu membangun bangsa yang percaya pada kekuatan sendiri. Desa-desa kita harus jadi pusat ketahanan ekonomi nasional. Harus berdiri kokoh meski dunia di luar sana sedang bergoncang," ujar Zulfan.
Baca Juga:
ReJO: Kepemimpinan Tegas & Teruji, KSP Harus jadi “Mata dan Telinga” Presiden
Zulfan mengajak peserta diskusi menengok Iran. Meski rial Iran terus tertekan terhadap mata uang asing, kebutuhan dasar rakyat Iran tetap terjaga.
"Iran ini contoh menarik. Kekuatan sebuah bangsa itu ternyata tidak ditentukan oleh kuat lemahnya mata uang terhadap dolar. Yang menentukan adalah seberapa mampu negara menjaga kebutuhan pokok rakyat tetap stabil dan terjangkau. Energi murah, bahan bakar murah, itu kunci," paparnya.
Sekretaris Jenderal ReJO, M. Rahmad menyoroti soal capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menembus 5,61 persen di kuartal pertama 2026.
Baca Juga:
Darmizal Apresiasi Kehangatan Jokowi Terima 9 Ketua Ormas
Menurutnya, angka itu sebenarnya hanyalah cerminan kecil dari potensi yang dimiliki Indonesia. Bangsa ini, kata Rahmad, sejatinya sudah memiliki semua syarat untuk menjadi negara kuat.
"Kekayaan mineral di perut bumi kita luar biasa. Objek wisata kita terbaik di muka bumi. Suasana alamnya tidak dimiliki belahan dunia mana pun. Belum lagi keramahtamahan masyarakat kita, yang selalu dipuji wisatawan asing. Modal kita sudah lengkap. Tinggal bagaimana kita mengelolanya," jelas Rahmad.
Pada sesi penutup, Darmizal menegaskan bahwa ReJO akan tetap menjadi mitra kritis sekaligus mitra konstruktif bagi pemerintahan Prabowo-Gibran.