PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Sorong - Pemuda muhammadiyah Papua Barat Daya memberi sumbang saran untuk penambahan layanan penerbangan oleh maskapai yang beroperasi melayani rute menuju dan dari wilayah Papua Barat Daya.
Penambahan maskapai ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di daerah tersebut.
Baca Juga:
Zona Bahaya Baru di Langit Timur Tengah, Maskapai Hadapi Tantangan Operasional
Penambahan ini akan melayani rute misalnya Sorong–Jakarta, Sorong–Makassar, atau rute lainnya dengan frekuensi penerbangan mengingat dari sebelumnya.
Kehadiran layanan baru ini menambah pilihan transportasi udara bagi masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing sektor penerbangan di Papua Barat Daya.
Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Papua Barat Daya Muhammad Samsul Ruslan menyampaikan bahwa penambahan maskapai ini merupakan langkah strategis dalam mendukung pembangunan daerah.
Baca Juga:
Resmi! Veronica Tan Jadi Komisaris Citilink, Ini Sosok-Sosok Baru Pengendali Maskapai
“Dengan bertambahnya maskapai penerbangan, aksesibilitas ke Papua Barat Daya semakin terbuka. Hal ini akan berdampak positif terhadap investasi, distribusi logistik, serta pengembangan sektor pariwisata unggulan,” ujarnya.
Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat, peningkatan layanan penerbangan juga diharapkan dapat menekan biaya transportasi dan mempercepat arus barang dan jasa, khususnya bagi daerah-daerah yang selama ini bergantung pada transportasi udara.
Samsul juga menyampaikan saran kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, otoritas bandara, serta pihak maskapai guna menekan harga tiket yang tinggi serta memastikan penambahan maskapai, keselamatan, kenyamanan, dan keberlanjutan layanan penerbangan di wilayah Papua Barat Daya.
"Dengan adanya penambahan maskapai ini, Papua Barat Daya diharapkan semakin terhubung dengan berbagai wilayah di Indonesia dan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia," demikian Samsul Ruslan.
[Redaktur: Hotbert Purba]