PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Fakfak - Pengurus Cabang PBSI Fakfak menggelar PB Samandar Cup untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-75 Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia.
Turnamen tetsebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus mematangkan persiapan atlet menuju Liga Tomandin dan Bupati Cup VII.
Baca Juga:
PBSI Apresiasi Performa Atlet Muda Indonesia di All England 2026
Ketua PBSI Fakfak Widhi Asmoro Jati menegaskan PB Samandar Cup diarahkan untuk membangun ekosistem bulu tangkis yang sehat dan berkelanjutan. Pembinaan atlet muda menjadi fokus utama.
“PB Samandar Cup bukan hanya tentang siapa yang keluar sebagai juara, tetapi tentang bagaimana kita membangun ikatan kebersamaan, memperkuat silaturahmi, dan menyiapkan generasi penerus bulu tangkis Fakfak agar memiliki ruang berkembang, berlatih, dan berprestasi,” kata Widhi saat membuka pertandingan, Sabtu (10/5/2026).
Ia menambahkan HUT PBSI ke-75 harus menjadi refleksi bersama untuk memperkuat ekosistem olahraga yang kompetitif namun tetap menjunjung sportivitas dan persaudaraan.
Baca Juga:
Waketum PBSI Taufik Hidayat Tegaskan Tak Ada Toleransi untuk Pelecehan di Dunia Olahraga
Sekretaris PBSI Fakfak Muhamad Taufiq Safaat mengajak seluruh peserta menjadikan turnamen sebagai panggung sportivitas. Menurutnya, sikap sportif lebih penting dari hasil pertandingan.
“Kemenangan adalah bonus dari kerja keras, tetapi sportivitas adalah karakter yang harus selalu dibawa pulang. Menang ataupun kalah adalah hal biasa dalam pertandingan, yang terpenting adalah bagaimana kita bermain dengan hati, menghormati lawan, dan menjaga semangat persahabatan dalam bingkai olahraga,” ujarnya.
PB Samandar Cup juga berfungsi sebagai ajang pemanasan strategis sebelum Liga Tomandin.
Kompetisi ini nantinya berlanjut menuju Bupati Cup VII yang digelar menyambut HUT Kabupaten Fakfak ke-77 pada 2026 dan diharapkan melahirkan atlet potensial daerah.
PBSI Fakfak berharap bulu tangkis terus tumbuh sebagai olahraga pemersatu, pembentuk karakter, dan ruang lahirnya prestasi yang membanggakan daerah.
[Redaktur: Hotbert Purba]