PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Fakfak – Generasi muda Fakfak kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Mega Kapaur lolos seleksi Young Ambassador Agriculture, Duta Brigade Pangan, dan Duta Polbangtan/PEPI Tahun 2026 setelah bersaing dengan ratusan peserta dan masuk dalam 50 peserta terbaik se-Indonesia.
Pada tahap selanjutnya, Mega akan mengikuti seleksi lanjutan di Bogor pada 19–23 Mei 2026. Ia membawa tema hilirisasi produk Pala Tomandin Fakfak, komoditas khas daerah yang menjadi kebanggaan masyarakat Fakfak.
Baca Juga:
Pemkab Fakfak Tetapkan Pala Tomandin sebagai Tanaman Budidaya, Pelestarian, dan Konservasi
Program Young Ambassador Agriculture merupakan inisiatif Kementerian Pertanian RI melalui Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS).
Program ini bertujuan melahirkan wirausaha muda di sektor pertanian dan perkebunan serta mendorong regenerasi petani dan transformasi pertanian yang modern, inovatif, dan berdaya saing.
Peserta dibekali penguatan kapasitas berupa pelatihan kepemimpinan, public speaking, pemasaran digital, hingga pendampingan pengembangan usaha. L
Baca Juga:
Cetak Generasi Z Fakfak, Dinas Perkebunan Buka Bimtek Pala Tomandin di 3 SMA
Program ini juga menjadi ruang untuk memperluas jejaring nasional, membuka akses pasar, dan mendorong inovasi bisnis di sektor pertanian bagi generasi muda usia 19–39 tahun.
Kepala Dinas Perkebunan Fakfak Widhi Asmoro Jati menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh sejak awal proses seleksi.
Pihaknya terus memberikan pendampingan agar perwakilan Fakfak dapat melangkah ke tingkat nasional.
“Kami sejak awal terus memberikan penguatan dan dukungan penuh agar Mega Kapaur dapat lolos dan tampil maksimal. Ini bukan sekadar kompetisi, tetapi momentum strategis untuk membawa nama Fakfak melalui produk unggulan pala Tomandin agar semakin dikenal luas di tingkat nasional. Harapan kami, ini juga menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terjun ke sektor perkebunan dan agribisnis,” ujarnya.
Menurutnya, program ini sejalan dengan arah pembangunan perkebunan modern yang menekankan regenerasi petani, inovasi teknologi, dan penguatan hilirisasi produk lokal.
Pala Tomandin dinilai memiliki nilai historis, ekonomi, dan budaya yang kuat sehingga perlu terus dipromosikan di forum nasional maupun internasional.
Dengan lolosnya Mega ke tahap seleksi lanjutan, diharapkan capaian ini dapat memperkuat promosi komoditas unggulan Fakfak dan meningkatkan posisi daerah dalam peta agribisnis nasional berbasis inovasi dan kewirausahaan muda.
[Redaktur: Hotbert Purba]