"Sekitar pukul 01.00 WIT, dini hari, pada Selasa, 28 September 2021, saat saya keluar dan naik ke atas deck 7 untuk merokok. Begitu di deck 7 itu, di bagian atas kapal, saya bertemu pelaku bersama rekan-rekannya yang sedang menikmati minuman keras (alkohol),” ungkap Zainal kepada Pengurus DPC PPWI Nabire dan kawan-kawan wartawan setibanya di Pelabuhan Nabire.
Kemudian, Pelaku memanggil Zainal sembari mendekat untuk meminjam korek api. Bahkan Pelaku bersama rekan-rekannya meminta Zainal duduk bersama mereka dan menawarkan segelas minuman keras.
Baca Juga:
Komisi III DPR Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Keluarga Korban Iptu Tomi Samuel Marbun, Ini Kesimpulannya
"Untuk menghargai kenalan baru, saya menerima tawaran minuman tersebut dan meminumnya. Setelah itu, mereka menawarkan lagi segelas miras merek Sopi. Tapi saya menolak. Saat itu pelaku bersama teman-temannya langsung bertanya ‘Anda Wartawan?’ Saya jawab ‘Iya’. Pelaku meminta ID Card saya dan memeriksanya,” terang Zainal.
Tak sampai di situ, pelaku bahkan memasukan ID Card milik Zainal ke kantong celananya. dan tiba-tiba pelaku langsung memukulinya.
"Kawan-kawan pelaku juga ikut mengeroyok saya, dan saat itu saya bertanya ‘apa salah saya bang?’ tapi mereka tidak peduli. Saya dipukuli secara beringas dan membabi-buta oleh pelaku dan kawan-kawannya,” terang Zainal sembari merasa kesakitan.
Baca Juga:
Aksi Premanisme di SMK Kehutanan Negeri Manokwari, Advokat Desak Gubernur dan Kapolda Papua Barat Lakukan Inspeksi
"Setelah babak belur dikeroyok, tidak berselang lama petugas keamanan kapal datang dan langsung mengamankan pelaku dan termasuk saya," ungkapnya.
"Kasus kekerasan terhadap jurnalis menunjukkan adanya ancaman kekerasan nyata bagi jurnalis saat bekerja. Ketua DPW IWO Papua Barat 2, Laurent menyerukan semua jurnalis bersatu untuk memerangi tindak kekerasan ini. Menurutnya, tidak mudah untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kebebasan pers namun perlu menunjukkan persatuan jurnalis agar kasus serupa tidak terjadi lagi di Republik ini. Sekaligus menyeruhkan kepada Kapolri melalui Kapolda Papua Barat agar segera menindak tegas oknum Polisi tersebut," tegas Ketua DPW IWO PB. [hot]