Wahananews-Papua Barat | Ibadah perayaan natal persekutuan Wanita ( PW) jemaat GKI Maranatha Seni berlangsung meriah dan penuh hikmat dengan nuansa budaya adat suku Maybrat, selasa (27/12).
Ibadah perayaan yang dipimpin pendeta Pdt. Debora IM Sengko, S.Th mengusung tema natal “pulanglah Mereka ke negri melalui jalan lain (Matius 2:12) dengan sub tema “Melalui natal PW Jemaat GKI Maranatha Seni, Kita wujudkan pertumbuhan spiritual kemandirian serta kebersamaan dalam Gereja dan Masyakat”.
Baca Juga:
Ini Sederet Hadiah Natal Favorit Warren Buffett yang Bikin Keluarganya Terkejut
Perayaan Natal PW Jemaat GKI Maranatha Seni di padati warga untuk merayakan Natal dengan busana adat suku Maybrat.
Perayaan Natal berjalan dengan baik dan diisi berbagai atraksi fragmen dengan lakon meninggalkan perbuatan - perbuatan yang tidak berkenan kepada Tuhan.
PW Jemaat GKI Maranatha Seni.
Baca Juga:
Perayaan Natal Keluarga Besar IKANA Perumahan Permata Nusa Indah Cileungsi: Harmoni Damai dalam Kebersamaan
Dalam ibadah mengangkat Firman Tuhan dari Lukas 1: 26-38 dan Roma 12:1 tentang pembaharuan tentang kelahiran Tuhan Yesus.
Pdt Debora meminta mengutamakan Tuhan pada setiap kehudupan, waspada nabi- nabi palsu yang melajalela dimana.
Jadi iman kepada Tuhan dikuatkan dengan selalu berdoa kepada Tuhan dan beribadah dengan baik, sebab Tuhan itu maha mengetahui segala macam kehidupan manusia, kata Pdt Debora dalam khotbah.
Usai acara Natal perayaan persekutuan Wanita PW Jemaat GKI Maranatha Seni Klasis Ayamaru, pesan dan kesan Natal selalu ketua PW Monika Yewen ketua meminta anggota PW mengutamakan persatuan dan kesatuan persekutuan dan mengutamakan pelayanan, sebab persekutuan Wanita itu sangat penting.
Diharapkan persekutuan Wanita, menjadi cermin yang patut di teladani oleh unsur -unsur yang ada dalam Jemaat, imbuh Monika Tewen. [hot]