PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Jakarta - Peran strategis perempuan dalam membangun harmoni sosial di Indonesia yang kaya akan keberagaman budaya, agama, dan tradisi. Perempuan berkontribusi sebagai penjaga stabilitas sosial, agen transformasi, dan pemimpin visioner yang dapat membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih inklusif dan gemilang. Namun, perempuan masih menghadapi tantangan signifikan, termasuk stereotip gender, akses yang terbatas, dan kekerasan berbasis gender.
Dengan dukungan kebijakan yang inklusif, pemberdayaan ekonomi, dan teknologi digital, perempuan Indonesia dapat menjadi motor penggerak perubahan sosial dan ekonomi. Referensi dari literatur internasional menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan mempercepat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Baca Juga:
4 Deretan Artis Luar Negeri yang Kepincut Perempuan Indonesia
Hal ini disampaikan Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Papua Barat Daya, Dr. Sellvyana Sangkek, SE. M.Si, dalam keterangan tertulis kepada WAHANANEWS.CO di Jakarta, saat mengikuti undangan khusus memperingati Hut Ke-6 Ikatan Pimpinan Tinggi (PIMTI) Perempuan Indonesia, Rabu (18/12/2024) bertempat di Gedung Perpustakaan Nasional RI Lt. 4 Jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta.
Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Papua Barat Daya, Dr. Sellvyana Sangkek, SE. M.Si., bersama MenPANRB Rini Widyantini disela-sela peringatan Hut ke-6 Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia. (Foto: Istimewa)
Kegiatan Hut ke-6 Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia dihadiri Pejabat pimpinan tinggi perempuan, baik dari kementerian /lembaga dan juga daerah.
Baca Juga:
Pameran Perdana Perempuan Indonesia Expo 2022, Upaya Bangkitkan UMKM Pascapandemi COVID-19
Salah satu perwakilan daerah yang di undang khusus adalah Dr. Sellvyana Sangke, SE, M.Si., yang kesehariannya menjabat Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Papua Barat Daya
Kata Dr. Sellvyana Sangkek, kepemimpinan perempuan memiliki peran strategis untuk menjembatani perbedaan, menjaga stabilitas sosial, dan menginspirasi perubahan positif.
Kepemimpinan perempuan di Indonesia telah berkembang dari sekadar menjadi pengelola rumah tangga menjadi agen perubahan di berbagai bidang.
Dalam sejarahnya, perempuan Indonesia telah menunjukkan keberanian dan ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perjuangan melawan penjajahan hingga menghadapi tantangan era modern seperti kesenjangan gender dan transformasi digital.
Dalam konteks global, kajian dari World Economic Forum (2022) menunjukkan bahwa negara dengan representasi perempuan yang lebih tinggi di posisi kepemimpinan memiliki tingkat stabilitas sosial dan ekonomi yang lebih baik.
"Makalah ini mengeksplorasi kontribusi kepemimpinan perempuan dalam membangun Indonesia yang lebih harmonis dan inklusif," tulis Dr Sellvyana Sangke .
Sambungya, selain menyoroti pencapaian perempuan di berbagai bidang, fokus juga diberikan pada tantangan yang mereka hadapi, seperti stereotip gender, akses terbatas, dan kekerasan berbasis gender, serta peluang yang muncul di era digital.
Dengan menggunakan pendekatan lintas sektor dan data dari berbagai negara, diharapkan makalah ini dapat memberikan perspektif yang lebih mendalam.
Berikut makalah yang disampaikan Dr. Sellvyana Sangkek dengan referensi dari berbagai sumber;
PERAN STRATEGIS PEREMPUAN DALAM HARMONI SOSIAL
1. Kilas Balik Sejarah Kontribusi Perempuan Indonesia
Perempuan Indonesia telah lama menjadi motor perubahan. Tokoh-tokoh seperti RA Kartini, Dewi Sartika, dan Cut Nyak Dien membuktikan bahwa perempuan dapat menjadi pendorong kemajuan bangsa. RA Kartini dengan gagasannya tentang pendidikan perempuan membuka jalan bagi emansipasi perempuan Indonesia.
Demikian pula, Dewi Sartika mendirikan sekolah untuk perempuan, sementara Cut Nyak Dien menunjukkan keberanian luar biasa dalam perjuangan fisik melawan penjajahan. Setelah kemerdekaan, perempuan Indonesia terus berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Sebagai contoh, Sri Mulyani Indrawati telah menunjukkan kepemimpinan yang kuat dalam bidang ekonomi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Peran perempuan juga terlihat dalam gerakan sosial yang memperjuangkan kesetaraan gender dan pemberdayaan komunitas lokal. Menjadi Pelopor Harmoni: Kepemimpinan Perempuan Menuju Indonesia Gemilang.
2. Penjaga Harmoni Sosial Perempuan memiliki kemampuan unik dalam menjembatani perbedaan antar kelompok melalui pendekatan empati dan kolaborasi. Di wilayah Papua Barat Daya, perempuan sering menjadi penjaga tradisi dan budaya, memainkan peran sebagai mediator dalam konflik antar kelompok, serta memperkuat harmoni melalui inisiatif berbasis komunitas. Studi oleh Galtung (2011) menunjukkan bahwa perempuan cenderung menggunakan pendekatan yang lebih damai dalam menyelesaikan konflik, yang membuat mereka menjadi aktor penting dalam menjaga harmoni sosial.
3. Agen Transformasi Sosial Selain menjaga harmoni, perempuan juga menjadi agen transformasi sosial. Mereka memimpin gerakan untuk meningkatkan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan keadilan sosial. Misalnya, organisasi perempuan seperti Yayasan Pemberdayaan Perempuan Indonesia (YPPI) telah berhasil meningkatkan akses pendidikan untuk perempuan di daerah terpencil, yang pada akhirnya memperbaiki kualitas hidup keluarga dan komunitas mereka.
TANTANGAN DAN PELUANG KEPEMIMPINAN PEREMPUAN
1. Tantangan
a. Stereotip Gender
Peran tradisional yang melekat pada perempuan sering kali membatasi mereka dalam mencapai potensi penuh. Misalnya, perempuan sering dianggap lebih cocok untuk peran domestik, sementara posisi kepemimpinan dianggap sebagai domain laki-laki.
b. Akses Terbatas
Perempuan di daerah terpencil menghadapi kesulitan dalam mengakses pendidikan, pelatihan, dan modal usaha. Hal ini membuat mereka kurang mampu bersaing di pasar kerja atau menjadi pemimpin komunitas.
c. Kekerasan Berbasis Gender
Data dari UN Women (2021) menunjukkan bahwa satu dari tiga perempuan di dunia pernah mengalami kekerasan berbasis gender. Di Indonesia, angka ini tetap tinggi, terutama di daerah-daerah dengan akses hukum yang lemah.
2. Peluang
a. Era Digital
Teknologi membuka peluang besar bagi perempuan untuk berinovasi, belajar, dan berjejaring. Platform digital seperti e-commerce memberikan akses pasar yang lebih luas untuk usaha perempuan.
b. Jejaring Global
Organisasi internasional seperti UN Women dan ASEAN Women Entrepreneurs Network (AWEN) menyediakan ruang bagi perempuan Indonesia untuk belajar dan berbagi pengalaman dengan pemimpin perempuan dari berbagai negara.
STRATEGI PENGUATAN KEPEMIMPINAN PEREMPUAN
1. Kebijakan dan Program Inklusif
a. Kebijakan Afirmasi: Memberikan kuota minimum bagi perempuan dalam jabatan strategis, baik di pemerintahan maupun sektor swasta.
b. Pelatihan Kepemimpinan: Program pelatihan berbasis komunitas untuk meningkatkan kapasitas perempuan di tingkat lokal. Di India, program SEWA (Self Employed Women’s Association) telah menunjukkan hasil yang signifikan dalam pemberdayaan perempuan melalui pelatihan kewirausahaan.
2. Pemberdayaan Ekonomi
a. Akses Modal: Bank Dunia (2020) menunjukkan bahwa pemberian kredit mikro kepada perempuan meningkatkan kesejahteraan keluarga secara signifikan. Di Indonesia, program Kredit Usaha Rakyat (KUR) bisa dioptimalkan untuk perempuan.
b. Ekonomi Digital: Pelatihan literasi digital untuk perempuan dapat memperluas peluang mereka dalam ekonomi digital, baik melalui e-commerce maupun pekerjaan jarak jauh.
3. Kolaborasi Lintas Sektor
a. Pemerintah, masyarakat sipil, dan sektor swasta harus bersinergi untuk mendukung kepemimpinan perempuan. Studi oleh McKinsey (2018) menunjukkan bahwa perusahaan dengan keberagaman gender di kepemimpinan memiliki kinerja keuangan yang lebih baik.
b. Edukasi gender kepada laki-laki penting untuk menciptakan ekosistem inklusif.
MERAJUT HARMONI DI PAPUA BARAT DAYA
1. Pelestarian Budaya Lokal Perempuan di Papua Barat Daya memainkan peran penting dalam menjaga tradisi melalui seni, tari, dan kerajinan tangan seperti noken. Tradisi ini tidak hanya memperkuat identitas budaya tetapi juga memberikan peluang ekonomi.
2. Pemberdayaan Ekonomi Lokal Usaha berbasis sumber daya lokal, seperti pengolahan sagu, telah memberikan manfaat ekonomi yang besar bagi komunitas. Dengan dukungan teknologi dan pelatihan, usaha ini dapat berkembang lebih jauh.
3. Kebijakan Inklusif Pemimpin perempuan lokal mendorong pembangunan berbasis kearifan lokal, memastikan kebijakan yang dibuat mempertimbangkan kebutuhan semua lapisan masyarakat.
"Kepemimpinan perempuan adalah kunci dalam membangun masyarakat yang inklusif, adil, dan berkelanjutan. Dengan dukungan yang tepat, perempuan Indonesia, khususnya di Papua Barat Daya, dapat menjadi agen perubahan yang membawa Indonesia menuju masa depan yang gemilang. Studi global dan lokal menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya bermanfaat bagi perempuan itu sendiri, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan sosial, ekonomi, dan politik secara keseluruhan," demikian Dr. Sellvyana Sangkek.
[Redaktur: Amanda Zebahor]