"Pembangunan yang berkelanjutan tidak bisa berjalan tanpa dukungan dari masyarakat. Kami akan melibatkan warga dalam program-program pemberdayaan, seperti pelatihan di bidang perikanan berkelanjutan, pengelolaan ekowisata, serta peningkatan keterampilan di sektor teknologi maritim. Ini bukan hanya tentang pembangunan, tapi juga tentang memastikan bahwa masyarakat Raja Ampat memiliki peran aktif dan manfaat langsung," ungkap Reynold dalam wawancara.
Dengan memberikan akses ke pelatihan dan pendidikan yang berfokus pada ekonomi laut, pasangan Charles dan Reynold berharap dapat meningkatkan keterampilan masyarakat lokal dan menciptakan lapangan kerja baru yang berbasis kelautan.
Baca Juga:
Pasangan CERIA Ajak Masyarakat Raja Ampat Bersatu di Masa Tenang Pemilu
Pelestarian Lingkungan Menjadi Prioritas
Sebagai daerah yang kaya dengan terumbu karang dan biota laut, Charles dan Reynold memahami bahwa perlindungan lingkungan harus menjadi prioritas.
Charles menegaskan, "Kami akan memastikan bahwa setiap kebijakan pembangunan, baik itu di sektor pariwisata maupun perikanan, dilakukan dengan mempertimbangkan dampak lingkungan. Melalui kebijakan berbasis Blue Economy, kami ingin Raja Ampat tidak hanya menjadi ikon pariwisata dunia, tetapi juga contoh daerah yang berhasil mengelola kekayaan alam secara berkelanjutan."
Baca Juga:
Paslon CERIA Paparkan Strategi Hubungan Internasional untuk Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan di Raja Ampat
Menuju Raja Ampat yang Lebih Ceria dengan Blue Economy
Dengan visi yang berbasis Blue Economy, pasangan Charles Imbir dan Reinold Bula menawarkan harapan baru untuk masa depan Raja Ampat.
"Kami yakin, melalui pendekatan ekonomi biru, Raja Ampat akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga keindahan alamnya. Inilah saatnya untuk beralih ke model pembangunan yang lebih cerdas dan berkelanjutan," demikian Charles.