"Penguatan UMKM ke depan diwujudkan melalui tiga kata kunci, yaitu Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing. Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya Saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor," ujar Destry Damayanti saat membuka KKI 2026.
UMKM Papua Barat Tampil di Panggung Nasional
Baca Juga:
Prabowo Sudah Panggil Sejumlah Calon Gubernur BI, Siapa Saja?
Sejalan dengan semangat tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat memperkuat peran strategis UMKM sebagai motor penggerak ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Komitmen itu diwujudkan melalui pembinaan terstruktur dari hulu ke hilir, salah satunya program tahunan KASUARI (Kurasi, Pelatihan, Peningkatan Kapasitas UMKM Berdikari) berupa pelatihan onboarding Go Digital selama 1,5 bulan.
Penguatan promosi dan perluasan akses pasar juga diakselerasi melalui Strategic Regional Program Torang Creative & Ecotourism Festival (TCEF) 2026 yang mengintegrasikan showcase produk kurasi, fasilitasi business matching, serta pagelaran Papua Fashion Day. BI Papua Barat juga mengintensifkan Capacity Building UMKM Wastra-Kriya Hijau dengan mengedukasi teknik pewarnaan alami dan produksi kerajinan berbasis serat alam.
Baca Juga:
Perry Warjiyo Resmi Mundur dari Jabatan Gubernur BI, Destry Damayanti Ditunjuk Jadi Pejabat Sementara
Potensi unggulan Papua Barat tampil di KKI 2026. Sebanyak 2 UMKM wastra unggulan, yaitu Kasuari Batik dan Batik Papua Nusantara, hadir memamerkan karyanya secara luring di Hall A dan B JICC. Sebanyak 9 UMKM binaan dan mitra lainnya berpartisipasi secara daring melalui platform digital KKI, meliputi Kasuari Batik, Marice Craft, Abon Miareto, Pauwbili, Pokja Viva, Kopi Anggi, Sinagi Papua, dan Umi Lala.
2 UMKM wastra unggulan, yaitu Kasuari Batik dan Batik Papua Nusantara
Catat 5 Aspek Kebaruan dan 44 Rangkaian Kegiatan