PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, NTT – Pasca gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Pertamina Patra Niaga memastikan pelayanan energi tetap berjalan normal.
Dedikasi operator SPBU hingga Awak Mobil Tangki (AMT) menjadi kunci ketersediaan BBM bagi masyarakat, termasuk untuk mendukung kendaraan penanganan bencana dan distribusi bantuan.
Baca Juga:
Komisi VI DPR Dukung Streamlining BUMN untuk Tingkatkan Efisiensi dan Manfaat bagi Masyarakat
Mereka tetap berada di garda terdepan, meski sebagian juga merasakan langsung dampak bencana yang terjadi. Salah satunya Fergilus Edy, operator SPBU 54.865.01 Mena, Ruteng.
Saat gempa terjadi sekitar pukul 06.00 WITA, Fergilus masih berada di rumah bersama keluarganya. Guncangan kuat memaksa mereka segera keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Sekitar satu jam kemudian, Fergilus memutuskan tetap berangkat ke tempat kerja.
“Setelah gempa terjadi, sekitar jam tujuh saya sudah berada di tempat kerja. Kami tetap buka dan melayani masyarakat. Ambulans, kendaraan penanggulangan bencana, sampai kendaraan yang membawa sembako ke desa-desa kami prioritaskan. Memang sampai sekarang masih ada gempa susulan, jadi kami harus tetap waspada. Yang penting bagi kami, masyarakat tetap bisa mendapatkan pelayanan dan kami layani dengan tulus,” ujar Fergilus.
Baca Juga:
Kasus Dugaan Korupsi Dalam Digitalisasi SPBU, KPK Tahan Tiga Tersangka
Cerita serupa disampaikan Hendrikus Nuba, Awak Mobil Tangki yang bertugas mendistribusikan BBM ke wilayah Manggarai. Sebagai warga Reo, Hendrikus juga terdampak gempa.
Hingga saat ini keluarganya masih berada di lokasi pengungsian karena gempa susulan masih terjadi.Dalam kondisi tersebut, Hendrikus tetap menjalankan penugasan.
“Keluarga sampai sekarang aman, tetapi masih berada di tempat pengungsian. Sebagai AMT, ini sudah menjadi kewajiban kami untuk tetap melayani masyarakat apa pun kondisinya. Kami ingin masyarakat di Manggarai tidak kesulitan mendapatkan BBM,” ucap Hendrikus.Menurutnya, distribusi juga sempat terkendala akibat kondisi jalan pascagempa.