"Dampingan tersebut dinilai sangat krusial dalam menjaga kualitas serta standar kurikulum perkaderan agar tetap relevan dengan tantangan lokal di Papua Barat," terangnya.
Sebagai wujud keseriusan dalam memperluas jangkauan pembinaan, pihak rektorat berkomitmen menjadikan Baitul Arqam sebagai agenda rutin tahunan di UMPB.
Baca Juga:
Bobol Toko di Manokwari, Remaja 17 Tahun Ditangkap
"Langkah ini dipandang strategis untuk mengokohkan fondasi organisasi, mencetak kader berkarakter unggul, sekaligus sebagai syiar dakwah Muhammadiyah yang inklusif dan membawa kemajuan di Bumi Cenderawasih," pungkasnya.
[Redaktur: Hotbert Purba]