PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Manokwari - Universitas Muhammadiyah Papua Barat (UMPB) Hawa Hasan mengatakan, penanaman nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan di tanah Papua khususnya kampusnya terus diperkuat.
Salah satu diantaranya dengan menggelar Baitul Arqam (BA). Bahkan, pasca kegiatan tersebut pihaknya akan melakukan Rencana Tindak Lanjut (RTL) atas hal itu.
Baca Juga:
Bobol Toko di Manokwari, Remaja 17 Tahun Ditangkap
Dirinya menegaskan, RTL itu nanti akan berjalan dengan lancar serta rampung sesuai dengan harapan.
Hawa Hasan, menegaskan, Baitul Arqam bukanlah agenda seremonial singkat. Kegiatan yang tahap awalnya berlangsung selama tiga hari dua malam pada 17–19 Juli 2026 tersebut justru menjadi pintu masuk proses perkaderan berkesinambungan.
"Masa pelaksanaan Baitul Arqam sebetulnya berjalan hingga enam bulan ke depan. Seluruh peserta wajib menyelesaikan program RTL ini sebagai syarat mutlak untuk memperoleh Syahadat resmi dari Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah," ujar Hawa Hasan saat dihubungi via telephone pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Baca Juga:
Baitul Arqam Muhammadiyah Papua Barat Tuntas di 3 Lokasi
Ia menekankan bahwa keberhasilan Baitul Arqam tidak diukur dari kehadiran di dalam ruangan semata. Namun, dari konsistensi peserta dalam menerapkan nilai-nilai kepemimpinan dan Al-Islam Kemuhammadiyahan pada kehidupan sehari-hari.
"RTL menjadi tolok ukur nyata sejauh mana materi yang telah disampaikan dapat ditransformasikan menjadi aksi konkret, baik di lingkungan akademik UMPB maupun di tengah masyarakat luas," terangnya.
Hawa Hasan menyampaikan terimakasih atas pendampingan intensif yang diberikan oleh MPKSDI PP Muhammadiyah sepanjang proses perkaderan ini.
"Dampingan tersebut dinilai sangat krusial dalam menjaga kualitas serta standar kurikulum perkaderan agar tetap relevan dengan tantangan lokal di Papua Barat," terangnya.
Sebagai wujud keseriusan dalam memperluas jangkauan pembinaan, pihak rektorat berkomitmen menjadikan Baitul Arqam sebagai agenda rutin tahunan di UMPB.
"Langkah ini dipandang strategis untuk mengokohkan fondasi organisasi, mencetak kader berkarakter unggul, sekaligus sebagai syiar dakwah Muhammadiyah yang inklusif dan membawa kemajuan di Bumi Cenderawasih," pungkasnya.
[Redaktur: Hotbert Purba]