PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Raja Ampat – Kepala Inspektorat Kabupaten Raja Ampat, Martha Sanadi, akhirnya buka suara terkait polemik proyek rehabilitasi Gedung Gereja Alfa Omega Waisai yang diduga bermasalah dan mangkrak dengan nilai anggaran mencapai Rp2,3 miliar.
Dalam keterangannya kepada awak media, pejabat tersebut mengaku belum mengetahui secara detail permasalahan yang terjadi dalam proyek yang dilaksanakan pada tahun anggaran 2025 lalu.
Baca Juga:
GKIP Jemaat Bethesda Wotai Gelar Alas Tikar, Lamek Mote: Disini Pula Roh-Roh Mote akan Menari Bersama
"Kalau terkait proyek Alfa Omega itu, ibu belum tahu. Karena itu kan tahun 2025, dan saat itu ibu belum menjabat di Inspektorat," ujar Kepala Inspektorat Raja Ampat secara singkat melalui pesan whatsappnya, Senin (13/4/2026).
Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa ia tidak mengetahui proses perencanaan, pelaksanaan, hingga mekanisme pencairan dana yang kini menjadi sorotan publik. Pasalnya, posisi yang kini diembannya baru diisi setelah proyek tersebut berjalan dan berakhir.
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai apakah Inspektorat akan melakukan pengawasan atau pemeriksaan menyusul laporan masyarakat yang menuding adanya dugaan korupsi dan penyimpangan dalam proyek tersebut.
Baca Juga:
Kapolres Binjai Groundbreaking Pembangunan Gereja Oikumene
Sementara itu, masyarakat dan tokoh pemuda tetap mendesak agar aparat penegak hukum dan pihak berwenang mengusut tuntas kasus ini, meski terjadi di masa jabatan sebelumnya, demi memulihkan kerugian negara dan keadilan bagi umat.
[Redaktur: Hotbert Purba]