PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Kota Sorong – Kepolisian Daerah Papua Barat Daya mengerahkan personel gabungan untuk mengamankan Kebaktian Kebangunan Rohani KKR Oikumene Kota Sorong yang berlangsung di kawasan Pantai Reklamasi, Jumat malam (29/5/2026).
Kegiatan rohani tersebut dihadiri ribuan jemaat dari berbagai denominasi gereja dari Kota dan Kabupaten Sorong. Suasana berlangsung aman, tertib, dan penuh khidmat hingga acara selesai.
Baca Juga:
BPS RI: Penduduk Miskin di Provinsi Papua Barat Daya Capai 103 Ribu Jiwa
Sejumlah Pejabat Utama Polda Papua Barat Daya turut hadir memantau langsung jalannya pengamanan.
Hadir di lokasi Dir Polair, Dir Samapta, dan Karo Ops Polda Papua Barat Daya guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.
KKR Oikumene Sorong, kegiatan rohani tersebut dihadiri ribuan jemaat dari berbagai denominasi gereja
Baca Juga:
7 Tersangka Penyerangan Pos Marinir di Maybrat Masuk DPO, Saat Ini Diburu Polisi
Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, juga hadir sebagai tamu undangan VIP. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan keagamaan sebagai upaya mempererat persatuan dan kerukunan umat beragama di Papua Barat Daya.
Kebaktian dipimpin oleh Pendeta Rev. Henry Hinn dan Pendeta Daud Pamei.
Dalam khotbahnya, para pendeta menyampaikan pesan damai, kasih, persatuan, serta pentingnya menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis dan penuh toleransi.
Untuk menjamin keamanan, personel gabungan Polda Papua Barat Daya ditempatkan di titik-titik strategis.
Pengamanan difokuskan pada pintu masuk lokasi, area panggung utama, jalur lalu lintas, dan kawasan parkir guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan kemacetan.
Selain pengamanan terbuka dan tertutup, petugas juga mengatur lalu lintas di sekitar Pantai Reklamasi.
Langkah itu dilakukan agar mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar selama kegiatan berlangsung.
Dengan pengamanan maksimal dari aparat kepolisian, seluruh rangkaian KKR Oikumene Kota Sorong dapat terlaksana dengan aman dan tertib.
Kegiatan ini sekaligus menjadi cerminan kuatnya toleransi dan kebersamaan lintas iman di Bumi Cenderawasih.
[Redaktur: Sandy]