Program ini juga melibatkan sekitar 20 mahasiswa, 11 kelompok tani di Distrik Masni, serta masyarakat OAP sebagai bagian dari penguatan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan pertanian daerah.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menyediakan lahan sehingga program penangkaran benih dan penanaman jagung dapat terlaksana dengan baik.
Baca Juga:
Polda Papua Barat Ungkap Kasus Peredaran Narkotika Jenis Ganja, Tiga Mahasiswa Diamankan
Pada tahap awal, lahan seluas 1,5 hektare disiapkan untuk penanaman jagung dengan estimasi hasil panen mencapai sekitar 5 ton.
Selain fokus pada peningkatan produksi, para petani juga didorong untuk memahami teknik budidaya, pengelolaan benih, hingga pengembangan pertanian berkelanjutan.
“Polda Papua Barat hadir sebagai fasilitator untuk membantu masyarakat, khususnya petani OAP, agar mendapatkan dukungan dan akses dalam pengembangan sektor pertanian,” ungkapnya.
Baca Juga:
Lagu Ibu Kita Kartini Bergema di SMK Yapis, Wakapolres Fakfak: Berani Bermimpi Tanpa Batas Gender
Wakapolda juga berpesan kepada para petani milenial OAP agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik dan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya.
“Kita ingin melahirkan petani-petani muda OAP yang mampu menginspirasi, bukan hanya menanam jagung, tetapi juga menanam pengetahuan dan semangat membangun pertanian Papua Barat,” tegasnya.
Plt. Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol. Gudug Kurniawan dalam keterangan menyampaikan bahwa program ketahanan pangan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.