“Penandatanganan MoU ini kami harapkan menjadi akselerasi implementasi SAF di Indonesia. Dunia sudah mulai melihat kapabilitas Pertamina dalam memproduksi SAF dan produk kami juga sudah banyak dipakai di pesawat-pesawat Boeing dan sebagainya. Kolaborasi ini diharapkan semakin mengakselerasi ekosistem SAF di Indonesia,” tutup Joko.
Didukung kesiapan produksi melalui Green Refinery Cilacap, pengembangan sumber bahan baku, serta kolaborasi lintas sektor, Pertamina Patra Niaga optimistis implementasi SAF di Indonesia akan semakin berkembang. Langkah ini mendorong terbentuknya ekosistem SAF nasional sekaligus mempercepat transisi menuju industri penerbangan yang lebih rendah emisi.
Baca Juga:
Selesai Menimba Ilmu di PLCLP 2026, 100 Peserta Siap Mengabdi untuk Negeri
[Redaktur: Hotbert Purba]