“Luar biasa senang, karena ini salah satu event fashion terbesar di Indonesia, bahkan cakupannya tidak hanya nasional tetapi juga internasional. Kesempatan ini membuka peluang yang lebih besar bagi kami untuk memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Aisyah Nadia, pemilik Dimas Batik yang telah menjadi mitra binaan Pertamina Patra Niaga sejak 2019. Dalam ajang IFW 2026, Dimas Batik menghadirkan beragam koleksi batik tulis khas Tasikmalaya yang mendapat respons positif dari para pengunjung.
Baca Juga:
Wakil Bupati Sumedang Hadiri Gebyar Legalitas dan Pelatihan Keamanan Pangan UMKM Bersama Bursa Efek Indonesia
“Saya senang sekali karena respons pengunjung sangat baik. Mereka menyukai motif dan kualitas kain batik yang kami tampilkan. Bahkan pada hari pertama pameran, produk kami sudah terjual sebanyak 10 buah,” ungkap Aisyah.
Kitty menambahkan bahwa konsep “naik kelas” yang diusung Pertamina Patra Niaga tidak hanya berfokus pada peningkatan penjualan, tetapi juga pada pembentukan ekosistem usaha yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.
“Bagi kami, mendorong UMKM naik kelas berarti membantu mereka memiliki kapasitas bisnis yang lebih kuat, akses pasar yang lebih luas, serta daya saing yang semakin tinggi. Kami ingin UMKM Indonesia mampu tumbuh secara berkelanjutan dan menjadi bagian penting dalam pengembangan ekonomi kreatif nasional,” tambah Kitty.
Baca Juga:
Di Balik Gemuruh Soeratin dan Pertiwi Cup, UMKM Sikka Bangkit Bersama Ribuan Penonton
Pertamina Patra Niaga mengajak masyarakat untuk turut mendukung produk-produk karya anak bangsa dengan mengunjungi booth UMKM Mitra Binaan Pertamina Patra Niaga di Main Lobby JCC Booth M1–M3 dan Assembly Hall JCC Booth A227–A231 selama penyelenggaraan IFW 2026.
“Setiap produk yang dibeli tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha, tetapi juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan industri kreatif Indonesia agar semakin berdaya saing di tingkat global,” pungkas Kitty.
[Redaktur: Hotbert Purba]