PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Jakarta - Belajar soal keselamatan dan energi kini dikemas dengan cara yang lebih dekat dengan keseharian siswa. Melalui program Pertamina Cerdas, Patra Logistik menghadirkan edukasi yang tidak hanya disampaikan di dalam kelas, tetapi juga melalui pendekatan sederhana yang mudah dipahami.
Sebagai perusahaan yang mengoperasikan lebih dari 1.000 mobil tangki di berbagai wilayah, interaksi dengan pengguna jalan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari. Karena itu, pemahaman mengenai keselamatan, termasuk bagi masyarakat sekitar, menjadi hal yang penting untuk terus diperkuat.
Baca Juga:
Pertamina Patra Niaga Dukung Debut Sean Gelael di GT World Challenge Asia Mandalika 2026
Dalam salah satu sesi, siswa terlihat mengelilingi miniatur mobil tangki sambil mendengarkan penjelasan tentang area yang tidak terlihat oleh pengemudi atau blind spot. Dari situ, mereka diajak memahami posisi aman saat berada di sekitar kendaraan besar.
Selain itu, siswa juga diperkenalkan pada kebiasaan hemat energi dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari penggunaan bahan bakar secara bijak hingga peran sederhana yang bisa dilakukan di rumah.
Kegiatan ini melibatkan langsung para pekerja Patra Logistik, termasuk Awak Mobil Tangki (AMT), yang hadir sebagai relawan. Mereka berbagi pengalaman dari lapangan, menjelaskan situasi nyata yang dihadapi, sekaligus membangun pemahaman siswa tentang pentingnya keselamatan dan tanggung jawab.
Baca Juga:
Kantor Fuel Terminal Pertamina Fakfak Dipalang Pemilik Hak Ulayat
Bagi perusahaan, keterlibatan pekerja ini bukan sekadar partisipasi dalam kegiatan sosial, tetapi juga bagian dari upaya membangun kepedulian dan kontribusi nyata terhadap lingkungan sekitar. Interaksi langsung ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih berkesan bagi siswa.
Sejak 2024 hingga 2026, kegiatan ini telah menjangkau lebih dari 1.200 siswa di berbagai wilayah, mulai dari Jakarta, Bandung hingga Nusa Tenggara Barat.
Selain edukasi, Patra Logistik juga memberikan dukungan bagi sekolah berupa fasilitas belajar dan perbaikan sarana dasar. Bantuan yang diberikan difokuskan pada kebutuhan yang dapat langsung digunakan, seperti perangkat pembelajaran dan fasilitas sanitasi, agar mendukung kegiatan belajar yang lebih aman dan nyaman.