WahanaNews-Papua Barat I Pangdam Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa mengutuk keras pelaku penyerangan 5 Prajurit TNI saat melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat.
Serda Miskel Rumbiak bersama 4 rekannya yang adalah prajurit Yon Zipur 20/ PPA diserang saat sedang membangun sarana jembatan penyeberangan yang merupakan satu-satunya akses penghubung antara Kampung Fan Khario dan Kampung Kamat Distrik Aifat Timur Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat.
Baca Juga:
Pj Gubernur Papua Barat Daya Pantau Kesiapan Pelaksanaan Pemilukada di Kabupaten Maybrat
Kodam XVIII Kasuari menduga kelompok penyerang 5 prajurit Yon Zipur 20/PPA berasal dari kelompok yang sama yaitu Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pasca penyerangan Pos Koramil persiapan di Kampung Kisor, Distrik Aifat Timur Kabupaten Maybrat, September 2021 lalu.
Kapendam XVIII/Kasuari, Kolonel Arm Hendra Pesireron dalam siaran persnya, Jumat (21/1) menyatakan, Panglima beserta keluarga besar Kodam XVIII Kasuari berduka atas wafatnya Sersan Dua Miskel Rumbiak saat menjalankan tugas di Kabupaten Maybrat oleh Kelompok Separatis Teroris Papua.
Kini empat Korban TNI dalam kontak senjata di Maybrat Dirawat Intensif Di RS Terapung Dr Soeharso 990
Sebelumnya mereka berempat dievakuasi dari Maybrat untuk dirawat di Rumah Sakit Angkatan Laut Dr Oetojo tepatnya di Jalan Ahmad Yani, Klademak III, Kota Sorong Papua Barat.
Baca Juga:
Mahasiswa Maybrat Kota Studi Sorong Raya Dukung Pemenangan Paslon Kornelius Kambu-Zakheus Momao (KorZa)
Namun kondisi luka tembak yang dialami kempat prajurut Yon Zipur 20/PPA sangat serius sehingga terpaksa mereka dievakuasi ke RS Terapung KRI Dr Soeharso 990, tutup Kapendam Kolonel Pasireron. [hot]